Tampilkan postingan dengan label #IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #IIP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2018

MENUTUP AURAT



MENUTUP AURAT








Presentasi Oleh Kelompok 7

Cerita 1

Suatu hari, Dito pergi ke taman bermain dengan ayah dan ibu, tapi Dito ingin pipis dan toiletnya jauh di sebelah sana
🧒🏻 : Ibu, Dito mau pipis
🧕🏼 : Ayok Dito, kita ke toilet
🧒🏻 : Toiletnya jauh Bu, pipis disini aja
🧕🏼 : Tidak boleh pipis di sembarang tempat, Nak
🧒🏻 : Kenapa Bu? Dito gak tahan lagi
🧕🏼 : Ditahan sebentar ya, yuk kita jalan kesana. Kalo pipis sembarangan, kira-kira boleh gak ya menurut Dito?
🧒🏻 : Engga boleh ya kan Bu? Kan malu yaa Bu?
🧕🏼: Betul Nak, selain tidak sopan dan tidak boleh, pipis sembarangan bisa mengotori taman
🧒�� : Oohhh, jadi begitu yaa bu

Akhirnya Dito-pun sampai di toilet, dan akhirnya pipis di toilet laki-laki bersama Ayah.

Cerita 2

Di suatu siang hari yang panas terik, Rissa berada di luar rumah hanya dengan memakai kaos dalam. Ibu yang melihatnya menegur dan meminta Rissa untuk memakai pakaian dengan lengkap jika berada di luar rumah..
Rissa tidak mau karena udara sangat panas

👧🏻 : Rissa gak mau ah buu.. Panas
🧕🏼 : Kalo Rissa tidak mau pakai baju, Ayo kita masuk ke dalam rumah
👧🏻 : Engga mau buu, panas.... Rissa lagi ngadem disini yg sejuk kena angin
🧕🏼 : Di dalam rumah kan ada kipas angin. Rissa boleh diluar kalo mau pakai bajunya dengan lengkap
👧🏻 : Ibuu ini kan Rissa pakai baju
🧕🏼 : Itu hanya kaos dalam, sayang. Bukan baju bermain... Ayuk dipakai, nak
👧🏻 : Memangnya kenapa sih bu, kan gerah
🧕🏼 : Coba menurut Rissa, kalo ada orang lewat, Rissa malu tidak ya?
👧🏻 : Ohhh iya yaa Bu.. Rissa mau pakai baju aahh
🧕🏼 : Selain untuk menutupi rasa malu, pakaian juga untuk melindungi diri dari panas matahari dan dari orang yang berniat jahat.
👧🏻  : Rissa gak ngerti buu
🧕🏼 : Maksudnya, kalo Rissa tidak pakai baju, ada orang yang berpikir Rissa sedang mempertontonkan aurat. Ada orang-orang yg berniat jahat dan suka melihat aurat orang lain. Kita harus menjaga diri
👧🏻 : Aaaaah Rissa takut Bu...
🧕🏼 : Maka dari itu, kita harus melindungi diri sendiri dengan berpakaian yang baik...
👧🏻 : Rissa ngerti sekarang Bu...
🧕🏼 : Alhamdulillah...

Respon :

Tia : Nah ini ponakanku ada yg umur 7 taun, kalo di rumah cm pake celana kolor (ga pake kaos dalam, karena gerah katanya).. anakku jadi nanya mulu, "Kok mas ga pake baju?" Berhubung anak orang, ditanya malah didebat  balik 😅 jadi aku bilang ke bocah, karena masnya lagi kepanasan...

Widya : Wah untuk yg ini setuju mba.. tidak membiasakan hanya pakai baju dalaman untuk anak anak kalau diluar rumah. Apalagi anak cewe kali ya...

Tia : Kalo udah memberi pengertian di rumah, tapi ada contoh dari orang sekitar yg kurang baik, susah juga yaa..

Rizki : Cerita Nay hampir tiap ganti baju Minta lengan panjang. Kalo kehabisan protes katanya kelihatan widi : Hihi emang lebih menantang yaaa kalo udh sama orang lain.. tinggal anak sendiri dibekali juga utk jaga pandangan dan tahu bahwa itu tidak boleh 😃

Siti Cholidah: Iya mba. Kuatkan dari dalam mba. Jelaskan fungsi pakaian utk menutup aurat dan malu jk terlihat auratnya. Selain itu jg bs d beri pengertian agar terhindar dr kuman atau kotoran lainnya😊

Widi : Betul challengenya memang gitu bu tia. Jadi uda diajarin baik baik dirumah eh ngliat contoh yg begitu itu..

Shally : memang harus kuat penegakan prinsip dalam rumah yaa supaya ga terpengaruh sm yg diluar

Uli : Dr kecil gak mau pake yang you can see gitu sama rok, celana pendek juga gak mau

Cerita 3

Suatu hari sepulang sekolah ketika Lila sedang menunggu di jemput oleh Ayahnya, Lila menunggu di taman bermain depan sekolahnya.
Karena tidak seperti biasanya, Ayah terlambat menjemputnya. Lila menunggu dengan beberapa teman yang belum dijemput juga.
Entah mengapa tiba-tiba, Lila merasakan hal aneh ketika ada orang yang memegang bagian tubuh yang tidak boleh dipegang orang lain.
Lila menjerit dan berlari. Namun orang itu membungkam mulutnya. Lila kemudian menggigit orang itu dan berteriak minta tolong.
Alhamdulillah tidak lama berselang, pertolongan datang. Ada bapak satpam sekolah yang memang sedang berjaga dan tadi sedang tidak ditempat.
Alhamdulillah leganya Lila.
Kemudian, Lila menunggu di dalam sekolah agar tidak terjadi lagi hal-hal menyeramkan itu.
Lila takut. Lila harus cerita tidak yaaa sama ayah?
Lila takut Ayah marah tidak yaa?
Lila masih menangis ketika Ayah datang dan segera memeluk Ayah
Lalu dengan sabar, Ayah menenangkan Lila. Kata ayah begini :
Tindakan Lila sudah benar, dengan berteriak dan menghindar. Ayah tidak marah, tapi Ayah bersyukur sekali tidak terjadi sesuatu yang buruk pada diri Lila.
Jadi sebaiknya, tahan diri Lila kalau Ayah terlambat menjemput ya. Jangan bermain sendiri.
Ayah minta maaf sudah terlambat menjemput.

Respon :

Rumyimah: Mendidik anak untuk waspada. Jadi ingat lagu yang mbak reni share, sentuhan boleh, sentuhan tdk boleh. Anakku yang cowok, 4 tahun, saking supelnya, sama orang baru pun ngajak ngobrol ba-bi-bu. Gmn ya jelasin ttg kewaspadaan ini???syukur kalau ada yg punya link referensi plus lagunya kalau ada

Siti Cholidah: Bagus mba sifat supelnya itu, tinggal d arahkan jika ada org yg dia ga merasa nyaman jangan terlalu dekat. Biasanya anak memiliki insting yg kuat.
Jadi biarkan sifat supel itu berkembang. Ajarkan berulang2 ttg sentuhan. Itu saya praktekan ke anak2 saya.

Shally : perlu dijelaskan kalau ada orang boleh akrab atau tidak. Mbak rum bisa minta anaknya untuk meminta izin dulu sebelum mengobrol dengan orang lain, karena memang dalam usia segitu ibu masih berhak menentukan siapa yg boleh dekat. kadang ibu pun ga bisa menemani anaknya setiap saat kan 😉

Widi :  Saya tambahkan yaaa mba ndah utk jawaban mba rum :
• Beritahu siapa saja anggota keluarga atau orang yang dapat dipercaya
• ajak anak berkomunikasi utk mengetahui kejadian yg dialaminya sehari2 misalnya jika ada org yg tiba2 memberi permen
• ajari anak utk meminta pertolongan jika dalam bahaya

 Tia : Setuju, sifat supelnya sangat bagus mbak Rumyimah...
Dijelaskan saja ke anak, ada informasi yg gak boleh diumbar ke org yg ga dikenal... misal alamat rumah, nama lengkap, nama ibu...
..







Rabu, 30 Mei 2018

Menumbuhkan Fitrah Anak Laki-laki Sesuai Tauladan Rasulullaah SAW


Menumbuhkan Fitrah Anak Laki-laki Sesuai Tauladan Rasulullaah SAW 😊









Presentasi oleh kelompok 6


Sebagaimana dijelaskan oleh grup-grup sebelumnya, Fitrah seksualitas bukan hanya  sekedar sex education yang mengajarkan tentang organ reproduksi atau pendidikan seks yang diarahkan untuk  mencegah kita dari berbagai penyakit menular. Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya, sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Orang tua mempunyai peranan yang penting dalam menumbuhkan fitrah ini. Orang tua yang mendidik dan mengarahkan anak-anaknya menjadi laki-laki atau perempuan sesuai dengan fitrah ketika dia dilahirkan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kelompok kami memilih tema khusus yaitu menumbuhkan Fitrah Seksualitas anak laki-laki sesuai teladan Rasulullah. Dalam hal ini kami fokus kepada mendidik anak laki-laki sebagaimana Rasulullah dibesarkan sehingga fitrahnya sebagai laki-laki bisa tumbuh dan berkembang. Tema ini kami anggap penting karena bisa menjadi bekal bagi kita semua untuk mendidik anak laki-laki agar mampu menjalani fitrahnya sebagai laki-laki dengan benar. Jangan sampai kita sebagai orang tua salah asuh, sehingga mencederai fitrahnya.

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Elly Risman dari tahun 2008-2010, studi di 33 provinsi di Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia salah satu negara paling “yatim” di dunia. Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai fatherless country setelah Amerika.

Fatherless country merupakan sebuah negeri yang ditandai keadaan atau gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran, dan keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah. Mungkin tak jarang kita lihat ayah berangkat kerja pagi hari, bahkan sebelum anak bangun, lalu pulang sore hari bahkan malam saat anak telah tidur, waktu interaksi dengan anak amat sedikit.

Menurut Grimm-Wassil, ayah memiliki pengaruh dalam beberapa area khusus pada perkembangan anak, diantaranya ayah mengajarkan arti kebebasan yang bertanggungjawab, ayah meluaskan pandangan anak tentang dunia luar, pendisiplin yang tegas, serta tentu saja ayah adalah model laki-laki bagi anak.

Jadi peran ayah itu tidak hanya terbatas pada mencari nafkah harta saja tapi juga harus memberikan waktu dan kasih sayang, lebih jauh lagi ayah harus berperan sebagai role model bagi anak untuk belajar ketegasan dan kuat untuk menolak segala hal negatif yang ditawarkan oleh lingkungan luar atau teman sebayanya.

Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.

mendidik anak laki-laki sesuai Fitrah seksualitasnya

mendidik anak laki2=berupaya membangun sifat dasar lelaki
laki2 diciptakan oleh Allaah SWT memiliki kelebihan dibanding perempuan=memiliki fitrah jiwa Al Qawwam (pemimpin)
maka untuk menumbuhkan fitrahnya sebagai laki2, maka didiklah sesuai dengan fitrah keQawwamannya, dimana seorang laki2 itu harus memiliki ciri sebagai berikut :
1. Bisa diandalkan
2. Mampu dan tetap tangguh menghadapi situasi sulit
3. mampu menjadi pemimpin
4. mampu menyelesaikan masalah

Allah SWT telah menjàdikan Rasulullaah SAW sebagi role model lelaki terbaik sepanjang zaman.
maka tugas qt sebagai ortu adlh mengeksplorasi bagaimana beliau dulu dididik dan dibina oleh Allaah SWT.

Usia 0-5th (sterilisasi bahasa)

Rasul kecil "diasingkan" dan disusukan pd ibunda Halimatus Sa'diyah di kampung Bani Sa'ad, bukan tanpa tujuan.
ibunda Aminah berharap Rasul kecil tumbuh di lingkungan yg memiliki kebiasaan berbahasa yg baik (krn saat itu di Makkah bahasa lingkungan sekitar  sangat jauh dr kaidah dan sangat jauh dr kata santun).
disinilah Allaah hendak mengingatkan kita, bahwa jangan pernah menyepelekan perbaikan bahasa sejak usia dini, dan ini bisa dilakukan dengan cara sering membacakan sirah/kisah para nabi. setiap bahasa memiliki nilai dan rasa, maka fokuslah pada perbaikan bahasa.
perbaikan bahasa = perbaikan akhlak (sertakan QS Al ahzab 70-71)

Usia 6-9th ( Belajar gembala kambing)

jangan selamanya anak "disterilkan" dr lingkungan luar. ketangguhan anak lelaki adalah mereka sanggup menghadapi realitas, maka harus dipersiapka  utk akhirnya mampu mwnghadapi tantangan yg jauh lebih hebat di luar sana.

Kenapa sampai para nabi menjadi penggembala kambing? Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hikmah di balik penggembalaan kambing sebelum masa kenabian tiba adalah

  1. agar mereka terbiasa mengatur kambing yang nanti dengan sendirinya akan terbiasa menangani problematika umat manusia. (Fath Al-Bari, 4:441). Kalau sukses menggembala kambing, maka nantinya akan mudah mengatur manusia kelak saat menjadi seorang nabi.

  1.  Dengan menggembala kambing akan dilatih untuk sabar dalam menyantuni dan mengayomi. Karena ketika kambing dalam jumlah banyak lantas terpisah, maka harus ada kemampuan untuk mengatur kambing-kambing tersebut karena ada yang sifatnya taat dan ada yang membangkang. Maka ada pengalaman mengatur orang yang punya tabiat yang berbeda. Demikian pula disebut oleh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari, 4:441.

  1. Menunjukkan sifat tawadhu’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beliau mau mengungkap masa lalu beliau yang hanyalah orang biasa. Biasanya jika seseorang dahulu miskin dan susah, kalau memiliki sifat sombong saat ini, ia tidak akan mau mengungkit masa lalunya.

  1.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi penggembala kambing untuk mengajarkan bahwa seorang dai itu baiknya tidak bergantung pada orang lain. Seorang dai harus punya pekerjaan untuk mendukung nafkah diri dan keluarganya. Karena …
Usia 10-14th (belajar berdagang dan travelling)

Anak lelaki memiliki fitrah suka berpetualang, maka jangan padamkan jiwa travellingnya.
disinilah peranan ayah bekerja, persiapkan safar bersama anak lelakinya.
hal tersebut bertujuan : belajar mengenal dunia, bahasa, suku, tradisi, dll. berlatih memahami medan, dan menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan yg berbeda dr lingkungan tempat tinggalnya selama ini.

 Usia 15-20th (belajar magang peran)

Rasul tidak serta merta menjadi manusia sempurna, tetapi memang telah Allaah tempa dan persiapkan langsung sejak usia dini.
ortu  bisa membuat program magang peran dan juga seni bela diri.
bertujuan untuk: menjaga kehormatan nya sbg seorang lelaki, membuka cakrawala berpikir, dan menjadi tangguh dan matang saat dewasa nanti.

Usia 21th (Aktif dlm organisasi)

banyak anak remaja yang saat ini lemah dalam organisasi kebaikan dan lebih senang berkumpul dalam hal yg sia2.
tugas ortu adalah membuat program memilih organisasi kebaika  bagi anak.
tujuannya : melatih kepekaan thdp situasi masyarakat. karena ciri lelaki tangguh adalah tidak hanya mengurus diri sendiri, tp memikirkan dan mengurus org banyak.

Usia 25th (persiapkan utk menikah)

Menikah = Mencari partner kebaikan utk menciptakan peradaban mulia.

Diskusi :

Widi :
Jaman sekarang yang tinggal diperkotaan udah gak bisa kan yaa menggembala kambing, sebagai gantinya pendidikan seperti apa yaa menurut Mommy ROS yang cocok utk menggantikan pendidikan fase itu?

Jawaban :

Rumyimah: Pertanyaan mbak Widi sudah terjawab di materi yang kami share ya. Intinya adalah melatih tanggung jawab.Untuk situasi kita sekarang, bisa dialihkan sesuai dengan sikon rumah kita. Misalnya memelihara ikan di akuarium. Anak akan diajarkan untuk memberi makan dengan takaran yang pas dan konsisten waktunya. Dia dilatih kepedulian dan kedisiplinan memberi makan tepat waktu, kalau nggak ikannya mati. Kemudian diajak membersihkan akuarium bersama-sama.

Widya :

kalau saya pribadi ketika diberikan penjelasan, malah mikirnya gembala kambing kaya ikut organisasi gitu si mba widi, misal jadi ketua osis di smp. atau ketua rohis. karna inti dr penggembala kan menjadi pemimpin yg nantinya bisa merangkul smua umatnya gitu ya. 😁
Sani Iip: mba Widi, kami mohon maaf jk jawaban km belum sempurna. jujur kami belum menemukan jawaban yg pas saat ini. krn memang jk dikondisikan dg keadaan saat ini anak2 qt mungkin akan kesulitan juga menggembala kambing ya. sedangkan Allaah mendidik para nabi dg cara menggembala kambing saat masih kecil

Rahma :

1. Aku tertarik banget dg Belajar Berdagang. Tapi kok, bukan buka lapak, tapi ekspedisi. Tolong dijelaskan maksudnya apa dari point ini Dan yg ingin dicapai apa? Aku niatnya mau melatih Anak perempuan aku utk Belajar dagang, ya jualan barang kecil2an yg mereka sukai ke teman2 nya.atau bazaar sekolah, hanya utk melatih Dan menghargai mencari uang.please advise and inputnya ya.
2. Bagaimana response Anak perempuan terhadap Anak Laki-laki yang terlalu perhatian Dan menjaganya di sekolah? Misalnya, disekolah Ada Anak Laki-laki yang perhatian Dan "suka" sama anak perempuan aku.bagaimana Cara menjelaskan nya? Aku selalu menjelaskan untum waspada terhadap Anak Laki-laki Dan bahkan gemess mau bilang, hampir semua anal Laki-lak itu jahat. Apalagi sdh pernah trauma dg Anak laki2 sampai pindah sekolah Dan itu 2x. Jadi pindah sekolah 2x. Dan total pindah sekolah 3x dalam 1 tahun.masa2 sulit untuk recovery trust ke Anak Laki-laki. please advise....🙏🙏🙏

Jawaban :

 Rumyimah:
Kalau kita perhatikan Sirah Rasulullah, berdagang bukan dengan buka lapak ya, tetapi melakukan perjalanan jauh ke suatu negeri, membawa barang dagangan ke negeri tersebut dan kembali lagi ke negeri asal dengan barang dagangan dari negeri tsb untuk dijual kembali (mohon koreksi kalau saya salah). Dengan demikian, tantangannya lebih tinggi. Hal ini untuk mengasah ketrampilan menaklukan tantangan yang merupakan pemenuhan fitrah laki-laki yang memang suka dengan tantangan. Selain itu pengalaman yang diperoleh akan lebih banyak d/p ketika dengan buka lapak. Namun jujur untuk kondisi sekarang, saya juga masih belum tergambar perdagangan yang seperti apa yg bisa diajarkan. Barangkali ada yang bisa sharing

Sani  : utk pertanyaan no 1, maksud dr bukan buka lapak adalah tinggal berniaga diam di tempat, mba. tetapi berekspedisi menjelajah dunia. point nya tadi, agar tertanam jiwa traveller. untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca link berikut : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/04/17/p7bkqj313-bepergian-ala-rasulullah

Rumyimah: Untuk nomor dua, saya juga mengalaminya mbak Rahma. Anak perempuan saya kadang juga cerita, si A suka deh Bun sama aku....dia begini-begini dan begitu-begitu. Biasanya saya ajak diskusi anak saya, saya klarifikasi kembali. Jangan-jangan cuma perasaannya saja. Kemudian saya jelaskan tema pergaulan dalam Islam, dengan bahasa anak-anak ya mbak.  Dan endingnya dia merasa terganggu nggak, kalau terganggu, kita coba cari beberapa alternatif solusi. Waspada tetap perlu, tapi Sebaiknya jangan sampai kita tanamkan bahwa laki-laki itu jahat, karena nanti merusak fitrahnya mbak.

Renie, Uli, Dita : Mau tanya tentang Magang Peran ini bgmn mksdnya ya?
Apa dan bgmn peran ortu dalam Magang peran ini , mba?

Jawaban :

Widya :  mengenai magang peran... hmmm dulu rasanya bu septi pernah share bahwa anak2 nya di usia sekitar 13 tahunan (saya lupa pastinya) di magangkan ke suatu badan, baik perusahaan atau pun orang yg pandai di bidang itu, dan magangnya sesuai dengan minat dan fokus anaknya, disitu anaknya bu septi magang mulai dari unsur paling kecil (paling bawah) sampai akhirnya bisa ngobrol dan bagi ilmu sama pemimpin perusahaan nya. --> mohon jika ada yg perna baca share ini juga dibenerin ya kalau ada salah2..

Sani : Tujuan Allaah "mendidik" Rasul untuk magang peran, adalah : agar tumbuh menjadi pribadi yang matang dan siap. maka Rasul pun ditempa sejak usia muda. disini Rasul mulai magang sejak usia 12th, mulai berkecimpung langsung belajar memanah, awalnya hanya menjadi pemungut panah, tetapi dr sanalah awal akhirnya Rasul menjadi pemanah hebat.
magang peran sebagai pedagang, awalnya hanya ikut pamannya, tp dr sanalah akhirmya Rasul matang dan handal dalam berniaga

Rahma : Aku mau share juga...dari pengalaman teman Aku...dia magangkan anaknya untuk kerja dengan temannya.... sesuai dengan minatnya....tujuannya untuk tahu real pekerjaan nantinya di dunia kerja Dan pematangan mental Akan minatnya itu... learning by doing....dan ini non profit...
Widya : nah menurut saya sih, magang peran itu mungkin bisa di inline kan dengan minat dan fokus anaknya. bisa dianggap dengan belajar berguru dengan orang2 yg fasih dibidangnya ataupun mencoba roleplay dengan lingkungan sekitar. ga usa jauh2 sih, partisipasi dalam masyrakat bisa juga dijadikan tempat magang..


Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak








Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

PRESENTASI OLEH KELOMPOK 5

Kenapa aku harus bobok sendiri, Ayah? Aku mau bobok nya sama Ayah Bunda aja.
Kenapa kamar aku 👧 sama adek 👦🏻 dipisah sih bun?
Kok bunda dapat libur sholat sama puasa dari Allah, bun?
Kenapa dedek 👦🏻 harus sunat, bun?
Familiar kah bunda2 dengan pertanyaan diatas? 👆

Pernakah kehabisan kata kata untuk menjelaskan kepada anak anak?  🤷‍♀

Pasti sudah tidak asing lagi ya dengan kalimat2 itu.

Dan jika kita kurang tepat menjelaskan nya kepada anak anak kita, apa yang akan terjadi ?
Mungkin anak anak tidak paham betul apa fitrah seksualitas dirinya.
Mungkin anak anak tidak paham akan arti dari Laki-laki sejati ataupun Perempuan sejati.
Atau masih merasa belum waktunya ah jelasin ke anak anak, masih pada kecil pasti belum paham
Atau Nanti aja jelasin nya kalo sudah besar
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Anak anak kita ga selamanya menjadi anak kecil, kelak mereka juga akan menjadi remaja dan dewasa. Ketika mereka sudah tiba saatnya harus mengetahui tentang diri mereka sendiri dan peran yg harus diambil, kemanakah mereka akan bertanya? 🤔

Jika kita menunda2 memberikan pemahaman fitrah seksualitas kepada anak, bisa jadi tanpa kita sadari peran kita diambil oleh pihak lain... 😱

Siapa pihak lain itu ?
📲💻 Teknologi
👫👭👬 Lingkungan Masyarakat
👩🏻🎤🏍🚲 Lingkungan Pergaulan

Seperti kita ketahui bersama bahwa pihak lain itu memiliki daya magnet yang sangat kuat.
Maka dari itu, penting sekali mengenalkan fitrah seksualitas anak sejak dini oleh orang tuanya. 👨👩👧
Agar orang tuanya pun terpacu untuk selalu belajar dan menjadi teladan untuk anaknya. Selain itu, kedekatan emosional anak dengan orang tua akan terjalin 💞

Diskusi :  
Rahma :
1. Bagaimana Cara mengontrol kegiatan Anak? Tanpa Anak merasa diintrogasi atau dikawal?
2. Bagaimana memahamkan kepada Anak usia 3-5 tahun Dan 8 tahun mengenai real keadaan di lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap anak.mis.kejahatan seksual Dan kejahatan lainnya? Tanpa membuat Anak jadi phobia Akan keramaian.

Respati :
1. Pertama, emg kudu ada rasa saling percaya antaranak dg orang tua kali ya mba 😅 .
Kl bahasa mudahnya, kita jd orang tua jd orang pertama yg mereka ceritain ttg apa yg mereka lakukan...
Jadi buat mereka jujur dulu sm kita...
Dulu pernah ada kisah, Rasulullah ditanya sm pemuda...
'Ya Rasulullah. Sy mau melakukan apapun,jangan kau larang'
'silakan' Kt Rasulullah 'Tapi jadilah orang jujur'
Ketika dy jujur, mau ga mau dia harus cerita dnk apa yg dy lakukan
Sama dg yg kita lakukan ke anak...
Buat anak kita jujur dg apa yg dy lakukan...
Caranya gimana?
Kl mnrtku sh kita jg harus jujur sm anak 😁
Kita mau apa, kita tanya sama mereka, cerita sm mereka, tp harus jujur 😁
Atau kalau mereka terus ngikutin, ajak mereka terlibat dg kegiatan kita... 😁

Retno wulan :
 mungkin bisa membiasakan kita melakukan kegiatan bersama anak dalam keseharian. bikin ritme harian yang itu nantinya jadi pola mereka melakukan kegiatan sehari-hari. kalau kita gak mau anak2 kita melakukan hal2 sia-sia atau gak baik, kita contohkan untuk tdk melakukan hal itu.

Rumyimah: Menanggapi nomor 1
Kita harus menciptakan bonding yang cukup kuat antara kita dengan anak-anak semenjak dini. Kedekatan ini akan membuat anak-anak nyaman bercerita tentang dirinya dan lingkungannya kepada kita. Dan kita pun akan dipercaya oleh anak-anak sebagai tempat berkeluh kesah yang paling nyaman. Sehingga ketika kita menanyakan sesuatu kepada anak, anak akan dengan senang hati bercerita. Kalau kita tidak pernah menciptakan ruang untuk kita dengan anak, bisa jadi anak malah berfikir "ada apa nih mamakku nanya macam-macam.

Respati :  Bagaimana memahamkan kepada Anak usia 3-5 tahun Dan 8 tahun mengenai real keadaan di lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap anak.mis.kejahatan seksual Dan kejahatan lainnya? Tanpa membuat Anak jadi phobia Akan keramaian.
.yg nomor dua. untuk usia batita--lima tahun, gunakan gaya bercerita atau bisa media lain. misalnya lagu sentuhan boleh-tidak boleh. untuk anak usia 8 thn sudah bisa diajak diskusi. jika hal ada sesuatu yg seperti itu kakak nyaman gak? atau risih? kira2 itu boleh atw tidak
gunakan waktu, intonasi, gestur yang tepat
karena fitrah anak pada kebaikan

Tanggapan Rahma :
 Terima kasih masukan atau jawabannya ya Mba Renia...
Ini yang aku lakukan...aku sering tell ke Rumah ketika aku sedang di kantor atau diluar Kota. Bicara dg anak3 Dan Mba pembantu dg bahasa senyaman mungkin.

2. Khusus utk kakak-kakak yg Sudah sekolah, sebelumnya aku sering Tanya...."kakak disekolah ngapain aja?" Namun kemudian, aku nyadar sendiri...kok aku Tanya nya itu mlulu....bosen ngak sih kakak dengernya nya..aku tahu kakak bosen dg pertanyaan ini dari jawabannya yg sdh kurang Semangat.
LALU, aku ubah now pertanyaan nya..."mmm...kakak disekolah tadi senang ngak..? Apa yang membuat kakak senang disekolah...? Apa ya..yang menarik kakak lakukan...?
Aku Jadi mikir2 sangat dulu...jika mau bertanya kegiatan keseharian Anak disekolah...agar mereka bisa nyaman Dan jujur ceritakan semuanya...
Alhamdulillah, anak3 aku suka cerita...detail..cerewet Kali ya... hihihihi...pas waktu sebelum tidur...curhat time...bahkan sebelum aku Tanya...anak3 sdh mulai duluan.....
Tetap aku usaha utk selalu improve strategi aku dlm Hal ini....
Sharing saja ya..
Rahma :
Nah...utk pertanyaan no 2 nih...aku perlu input....karena kadang Anak aku (yg umur 5 tahun. Kalau yg 8 tahun seh lebih matang pemahamannya dari adik2nya) kalau Kita lagi jalan2 keluar..suka bilang.. Bunda2 ...itu orang jahat ya..? Sambil nunjuk orang...
Bunda..kode rahasia Kita apa bunda? Kalau aku ditanya orang, Aku harus Tanya dulu...kode rahasianya apa? ....ini imaginasi Anak aku...
Aku jelaskan pelan2... Memang yg kedua (5thn) ini imaginasinya luaarr biasaa...mesti Kita bimbing.....❤

Renie:
Mgkin kakak nya bisa bantu jelaskan ke adiknya, ttg kode rahasia itu mba.
Siblings biasanya lebih mudah ya menjelaskannya.

Retno : masya Allah ini anugerah Allah. anaknya berarti sudah bisa banget diajak diskusi mbak. bisa lempar balik pertanyaannya. mengapa mas kok bisa menganggap org itu jahat? dilihat dari mana? orang jahat itu apa?

Rifni IIP: Aku pernah baca tp maaf lupa di mana, instead of kita interogasi dg nanya "di sekolah ngapain aja?" anak akan lebih senang jika dipahami perasaannya dg bertanya "apakah sekolah hari ini menyenangkan?" "bagaimana perasaanmu?" Saya blm praktek sih karena anak sy blm sekolah 😅

Respati :
 2. Sbnrny kl anak udh mulai bs diajak diskusi lbh seru ya mba, bisa diajak tektok 😅
Coba diceritain kisah2 nabi / orang dulu mba... 😁
Dulu, pas matriks 3, kita kopdar dan pemateriny Mba Azizah...
Beliau jg smpt cerita kl di daerah rumahnya ada 'bagian sisi gelap'
Anakny pernah dilarang dg tegas
'jangan main disana krn disana banyak kaum Nabi Luth' 😶
Krn udh bisa diskusi anak2ny pun, nanya 'emg kaum nabi Luth ky apa ummi'dsb dsb
Jadilah ada diskusi dg anak... 😬

Fitrah Seksualitas Anak Pre Aqil Baligh (7-10 tahun)




Fitrah Seksualitas Anak Pre Aqil Baligh (7-10 tahun) oleh kelompok 4

Pada presentasi kali ini kami akan membuka dengan tema Fitrah Seksualitas Anak Pre Aqil Baligh (7-10 tahun). Temanya sama dengan kelompok 3 kemarin tapi InsyaAllah dengan sudut pandang yang sedikit berbeda.

Mengapa kami memilih masa pre aqil baligh? Jujur alasan pertama karena klo liat dari alur presentasi kelompok, rasa-rasanya kami pas ngebahas tema ini
Alasan kedua karena anak-anak kami ada atau sebentar lagi akan masuk ke rentang usia ini. Jadi sekalian mempersiapkan anak 

Sebelumnya kami akan berikan 3 artikel. 3 artikel ini kami anggap contoh riil dari permasalah fitrah seksualitas yang terjadi saat ini.

Case 1

KETIKA LAKI-LAKI DAN NEGARA TAK BERFUNGSI 

Penulis : Ria Fariana
Sumber :   http://www.voa-islam.com

Hari ini, saya ngobrol dengan seorang nenek penjual nasi pecel. Usianya 83 tahun dan sudah sakit-sakitan. Ia memunyai satu anak laki-laki yang tinggal serumah dengannya bersama dengan istri dan dua anaknya. Anak laki-laki ini bekerja sebagai tukang becak tapi jarang beroperasi becaknya. Dia lebih memilih duduk atau tiduran di becaknya sambil menikmati semilir angin. Intinya, anak laki-laki ini malas bekerja keras demi menafkahi anak dan istrinya.

Si istri atau menantu nenek penjual nasi pecel ini tidak mau membantu mertuanya berjualan. Ia lebih memilih nonton TV dengan santai di rumah. Anak pertamanya yang perempuan pun harus drop out dari SMK karena hamil duluan. Setelah dinikahkan dan melahirkan, ia, bayi serta suaminya yang pengangguran tinggal di rumah tersebut dan menjadi beban si nenek tersebut. Bayangkan, setua itu dia harus memberi makan 7 mulut di rumahnya.

Di kesempatan yang lain, nenek berusia 87 tahun penjual kerupuk seharga seribuan curhat pada saya. Ia keliling dari kampung ke kampung menjajakan dagangannya demi laba seratus rupiah per bungkus kerupuk. Anaknya sembilan dan sudah menikah semua. Tak ada satu pun yang mau menanggung biaya hidup ibunya. Nenek ini sebetulnya memunyai uang pensiun dari suaminya yang mantan angkatan. Tapi karena ada salah satu anaknya yang hidupnya sangat miskin sehingga ia tidak tega dan memberikan uang tersebut untuk keluarga anaknya. Jadilah untuk makan dan biaya kostnya, ia berjualan kerupuk tersebut.

Dua ilustrasi di atas, bisa jadi membuat hati kita iba dan miris. Sosok yang seharusnya sudah beristirahat di masa tua, masih saja membanting tulang bukan demi dirinya tapi anak dan cucu juga. Salah satu teman, mengatakan bahwa fenomena demikian tidak membuatnya iba tapi marah. Kemana nurani anak dan cucunya? Kemana pemahaman dan bakti si muda pada yang tua? Apalagi bila ada sosok laki-laki di sana, betapa teganya ia membiarkan ibunya mencari receh demi memberi makan keluarga.

Tanggapan :

Siti Cholidah: Miris dan sedih .... kl menurut sy pribadi segala sesuatu terjadi ada sebab dan akibat. Kembali ke ajaran agama dan berpedoman kepada Al Quran mnjd salah satunya. Apalagi masalah pendidikan dan pengasuhan anak.

Widi : Bismillah
Mencoba menanggapi.
Saya pernah bersinggungan dengan kasus seperti ini. Tetangga ada yg begini. Jadi karena awalnya si ibu dulu juga hidup dibawah garis kemiskinan, jadi menitipkan anak2nya yg banyak utk diurus tetangganya yg dengan ikhlas mau menjaganya (dari cerita orang2) sementara si ibu menjadi buruh tani. Sementara suami si ibu meninggal.
Jadi mungkin anak2nya kurang vitamin AB sekaligus. 😢 Pernah dapat bantuan dari dinas sosial tapi dikelola dg TDK bertanggung jawab oleh anak2nya. Jadi bantuan diputus.
Jadi permasalahan selesai ketika ibunya meninggal, anak2nya baru tergerak mau kerja kasar (krna pendidikan yg rendah)
Sedih yaak

Rahmi :  boleh tau kah kenapa mirisnya?
Siti Cholidah: Miris dan sedih mba, memiliki anak2 yg tdk bertanggung jawab. Pdhl miskin bukan masalah, namun keimanan yg plg ptg. Seandainya si ibu mendoakan anak2nya insya Allah anaknya akan berubah. Sepanjang sang ibu menjaga ketaqwaan kpd Illahi.

Uli : Innalillahi... Sedih ya, suka tidak suka ini adalah potret hidup bagi sebagian masyarakat di indonesia. Bisa jd karena dulu orang tua terlalu memanjakan si anak, jd anak malas untuk bekerja. Semoga kita terhindar dari hal tsb. Aamiin

case 2

Bunda, Didiklah Anak Sesuai Fitrahnya Penulis : Yana Nurliana Sumber :   http://www.voa-islam.com

Saya mendengarkan 'sekilas info' di radio streaming bahwa Angelina Jolie dan Brad Pitt membawa anaknya ke psikiater karena perkembangan jiwa tomboy anak cewek 9 tahunnya makin memprihatinkan. Masak sih?
Setahu saya, lewat media juga, bahwa Jolie adalah orang yang paling bertanggung jawab 'mendandani' anaknya seperti lelaki sejak usia 4 tahun. Saya langsung buru-buru searching berita dari media berbahasa Inggris.
Ternyata berita yang seliweran di media online, malah semakin mendukung dugaan saya. Jolie Pitt sedang mendukung anaknya menjadi anak laki-laki, senyaman-nya. Duh! Bahkan di salah satu penampilan terbaru keluarga mereka, Pitt, secara perdana meminta media dan masyarakat mengganti sapaan nama Shiloh, gadis 9 tahun itu menjadi John, seperti nama yang diinginkan anaknya tersebut.
Media barat serempak memberi apresiasi, apalagi para komunitas LGBT. Mereka malah membuat istilah baru "TranKid" (Banci Cilik) untuk mendukung Jolie Pitt sebagai orangtua paling toleran dalam mendidik anak-anaknya menjadi yang mereka inginkan. Gleks! Bahkan media populer Inggris Telegraph.co.uk membuat ulasan yg lebih banyak mengutip komentar para aktifis gender yang tentu saja 'mendikte' pembaca untuk mendukung metode parenting 'gila' pasangan ini.
Sayangnya isu pertumbuhan anak cewek tomboy, atau anak cowok melambai bukan hal yang baru di Indonesia bahkan mungkin di lingkungan kita. Di gang Kampung Baru, Balikpapan, kampung kelahiran saya, sekitar tahun 90an, ada 2 anak perempuan yang DIBIARKAN tumbuh dan bergaya laki-laki. Awalnya dianggap lucu saat balita. Ya lucu. Anak cewek kok berdandan cowok. Dan sekarang kedua gadis kecil itu tumbuh dewasa dan resmi menjadi seorang Lesbian. Perawakan, gaya, dandanan, sangat lelaki. Sedihnya.
Tetangga kami di Jombang, anak perempuan 5 tahun, setiap hari berdandan dan bergaya laki-laki. Baju dan mainan yg dikenakan sehari-hari sangat 'lelaki'. Termasuk, ia lebih jago mengocek bola sepak daripada Thoriq, anak laki-laki saya. Karena dia marah dibilang cantik, maka saya semakin memanggilnya cantik setiap ketemu.
"Hey cantik, bonekanya mana? Ke rumah ummi yuk! Ummi banyak boneka. Nanti ummi kasih.” Dan biasanya dia akan ngambek, dan melengos.
"Emoh! Aku sukanya Bal-bal-an." (Gak mau, aku sukanya main bola).
Lucu? Iya, sekarang. Setiap bertemu ibunya, kalimat pembelaan dirinya selalu sama.
"Anaknya gak mau dipakein baju cewek ehh, ngamuk. Semua baju yang saya belikan akhirnya kemeja sama jeans cowok.”
Saya dan suami biasanya melongo. Bagaimana bisa anak 5 Tahun sudah begitu powerfull-nya mengintimidasi orangtua memenuhi semua keinginannya.
Ini baru 5 tahun lho buuun! Saat usia segitu saja bunda tidak bisa berbuat apa-apa pada semua permintaannya. Lalu, apa yang bunda harapkan di usia remajanya? Karena pasti saat berdebat dan berargumen, akan lebih canggih dari sekarang? Bahkan saat berbeda ekstrim, dia bisa minggat. Kecuali memang, Bunda menginginkan dia tumbuh dan menjadi lelaki.

Tanggapan :
 Sani Iip: lemahnya pondasi iman, kemalasan, kemiskinan, dan apatis

definisi fitrah seksualitas


PRE AQIL BALIGH I (7-10 tahun)
What To DO?? MEMBANGKITKAN KESADARAN FITRAH SEKSUALITAS
HOW??
✓ Anak LAKI-LAKI didekatkan ke AYAH → memahami peran sosial seorang lelaki dan seorang ayah dari ayahnya
  Anak PEREMPUAN didekatkan ke IBU → memahami peran sosial seorang perempuan dan seorang ibu dari ibunya
INDICATOR OF ACHIEVEMENT??
 1.  Ayah jadi FIGUR IDOLA anak laki-laki
2. Ibu jadi FIGUR IDOLA anak perempuan
3. Sadar akan pribadi dirinya sebagai laki-laki atau perempuan        dan tahu konsekuensi atau tanggung jawabnya.
Yang kami garis bawahi adalah

Peran laki-laki dan perempuan  TIDAK SAMA  tetapi  SALING MELENGKAPI
Kali ini kami akan lebih membahas bagaimana mengarahkan fitrah seksualitas di usia pre baligh 1 (7- 10 tahun), diantaranya dengan membahas 2 contoh kegiatan

Contoh kegiatan berkaitan dengan Fitrah Seksualitas
1. Menanamkan kelelakian (jiwa maskulinitas) pada anak laki-laki dan keibuan (jiwa feminitas) pada anak perempuan
2. Memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan
Pada case 1 dan case 2. terlepas kita tidak mengetahui kondisi/penyebab sebenarnya, kita dapat mengira2 bahwa ada masalah mengenai jiwa kelakilakian dan jiwa keperempuanan pada individu bersangkutan maka hal ini yang peelu dikembangkan di rentang usia ini

pembahasan dari kami, ada bbrp hal yang dapat kita lakukan untuk menanamkan kelelakian (jiwa maskulinitas) pada anak laki-laki dan keibuan (jiwa feminitas) pada anak perempuan.

Kasus pada case 1 Kasus diatas menggambarkan bahwa kurangnya pemahaman anak mengenai peran laki-laki dan peran perempuan.Anak laki-laki harus disadarkan peran kelelakiannya sebagai seorang PEMIMPIN dan PENCARI NAFKAH contohnya dengan cara-cara seperti:
1.Rapat Keluarga : Diskusi mengenai rencana keluarga yang dapat melibatkan anak-anak. Misalnya, rencana liburan, rencana renovasi kamar Anak Dan biarkan sang ayah yang memimpin Dan menunjukkan jiwa kepemimpinannya. Sang Ibu menunjukkan sebagai copilot dalam diskusi tersebut sebagai fasilitator Dan moderator.
2.Shalat berjamaah di Masjid : Sang ayah mengajak Anak laki-lakinya untuk shalat berjamaah di Masjid. Sang ayah Sudah terlebih dahulu rajin shakat berjamaah di Masjid sebagai contoh bagi anak-anaknya. Shalat berjamaah di Rumah juga bisa, dengan ayah atau Anak laki-lakinya menjadi imam Dan posisinya didepan.
3.Memberi pengertian kenapa ayah bekerja setiap hari : tunjukkan Dan jelaskan bahwa ayah rajin bekerja Dan mengapa harus bekerja. Agar Anak-anak laki-lakinya mencontoh Dan mengidolakan sang qyah yang giat bekerja namun juga rajin beribadah

•PEMBAHASAN CASE 2
•Orang tua yang tidak memberikan pemahaman identitas seksualitas diri sejak Dini. (Ini Sudah dibahas pada diskusi kelompok 1 & 2)
•Orang tua yang tidak memberikan contoh Akan Fitrah Seksualitas sesuai dengan gender baik perilaku maupun pakaian sehari-hari sebagai identitas dirinya.
•Lingkungan atau tetangga yang kurang mengarahkan kepada Anak sesuai dengan fitrah seksualitqsnya.
•Waspada Dan melek diri bahwa jika terjadi penyimpangan Seksualitas, maka bisa Jadi mendapat dukungan dari komunitas yang menyimpang tersebut (komunitas LGBT) bahkan secara international, MENGINGAT saat ini adalah era global Dan informasi yang terbuka Dan tersebar luas.
Pembahasan yang terakhir adalah mengenai pemisahan tempat tidur


Diskusi :

Rifni IIP: Terkait case ini, saya jadi teringat masa2 labil waktu usia SMP. Dulu tuh saya merasa tomboy itu keren, jadi walaupun saya berjilbab, suka banget hal2 berbau cowok: sepakbola, musik2 rok, aksesoris2, terus ga pernah pake rok selain seragam. Sampe cikal bakal saya pengen banget kuliah di jurusan teknik. Setelah dipikir2 nggak tau juga sih kenapa, mungkin karena saya dulu lebih mengidolakan sosok ayah dibandingkan ibu. Yang ada di benak saya dulu ibu itu galak, hampir setiap hari ngomel; sementara ayah itu penyabar, nggak pernah marahin. Atau bisa jadi karena orientasi ortu saya yg terlalu mementingkan akademis, sehingga life skill kewanitaan saya kurang terasah di rumah. Tapi seiring berjalannya waktu, usia SMA-kuliah gitu mulai suka yg feminin2, bunga2, kerajinan tangan, pekerjaan rumah tangga, dll. hingga bisa seperti sekarang 😅😅 #maafcurhatkepanjangan

Rahma :  Terima kasih sharingnya Mba Rifni....
Memang kepribadian Kita Akan mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungan Kita....bahkan jika salah satu orang tua Kita...Kita anggap tidak menjadi idola Kita...maka Akan mencari pelarian idola lainnya....
Aku juga dari SD hingga SMP merasa tomboy Dan  lakukan banyak kegiatan sekolah yang kegiatannya maskulin sekali...(bola volley, basket, silat, dll) sampai lomba2 juga...
Alhamdulillah, Kita banyak bersyukur, Allah menjaga Fitrah Kita Dan membimbing untuk bertemu dengan para guru atau pembimbing yang bisa membimbing Kita lebih baik sesuai agama Kita....walaupun tidak maksimal Kita dapatkan dari orang tua Kita....
Akhirnya...doa orang tua yang shaleh tentu menginginkan anaknya menjadi Anak sholeh Dan berguna..walau mereka tidak bisa Mendidiknya secara langsung....❤❤❤
With much love from us group 4 to all Bunprof di group ini. ❤❤❤❤

Tia :  Saya juga di masa kecil menganggap jadi tomboy itu hal yang keren.. bisa jadi efek nonton film Hollywood ya seperti Karate Kid (yg tokohnya perempuan), sailor jupiter, sailor uranus.. tokoh2  yg kelihatan keren dengan gaya tomboynya
Dulu mungkin ibu2 kita gak kepikiran ya tontonan begitu bisa berpengaruh ke anak... kalo sekarang saya jadi mikir, ngasih apapun ke anak harus di filter orangtua nih 😅

Rahma :  Namun, tetap Kita Sayangi Dan hormati orang tua Kita apa adanya...dengan doa, tangan dan keringat juga tangis merekalah Kita menjadi seperti sekarang ini.....🙏🙏🙏

Tia :  Perihal membedakan 'peran' laki dan perempuan, aku ada kebingungan nih buibuk..
1. Apakah yg boleh main masak2an hanya anak perempuan? Karena masak itu kan sebetulnya lifeskill yah... dan roleplay itu membangun imajinasi anak
2. Apakah yg boleh suka bunga hanya anak perempuan?
3. Begitu pula apakah bola dan mobilan hanya untuk anak laki?
4. Urusan pembedaan warna (pink hanya untuk anak perempuan, menyisakan warna2 suram untuk anak laki )
Jawaban :
Rifni : Menyimak juga mungkin ada ibu2 yg lebih berpengalaman... kalo utk no 1, kalo belajar life skill memasak (motong2, ngupas telur, bikin kue) aku ajakin anakku terlibat. Kalo buat roleplay masak2an sejauh ini sih nggak pernah ya..

Renie Iip: Naah.. Ini aku alamin mbaa...
Karna anak pertama saya cewek dan yg ke dua laki-laki..
Kalo kk nya main masak2an, adek nya saya ajarkan ambil peran sebagai pembeli. Kakaknya yg masak.
Kalau soal bunga, si adek emang gak suka bunga.. Sukanya metikin bunga tetangga buat ditebar🙈
Si kakak juga main mobil2an, krn bbrp kali naik busway, driver nya wanita. Dan tante2 nya oada naik motor kesana sini. Saya jelaskan bhw wanita memang hrs mandiri spy jika gak ada yg bisa bantuin, tetap bisa dikerjakan sendiri.
Dia sih menanggapi nya, spy kakak bisa anterin bunda ke pasar, ke sekolah, ngajar pramuka 😄
Kalo soal warna, anak anak saya kasih liat aja isi lemari ayah nya dan saya. Liat baju ayah banyak nya warna apa.. Baju2 saya bnyk warna apa
Rumyimah: Saya termasuk yang setuju dgn pendapat bahwa laki-laki pun harus cakap mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mengepel, mencuci, memasak dll. Bukan untuk merendahkan martabatnya sbg qawwam, namun sebagai bekal supaya nanti dalam kehidupan rumahtangga lebih empati dg istrinya

Penutup Presentasi

Baiklah....para Bunprof Nan sholehah....Kita tutup sesi diskusi Kita Kali ini ya....waktu juga yang membatasi Kita siang ini....masih banyak agenda lainnya yang mesti Kita lakukan....
Alhamdulillahi Rabbal'alamiin, Mohon Ma'af atas segala kekurangan Dan semoga diskusi Kita bermanfaat...
Kita terus Belajar Dan berbagai untuk bisa merubah diri menjadi lebih baik...untuk anak-anak Kita sebagai generasi penerus Kita, yang Kita inginkan lebih baik dari Kita... Amiinn ya Rabbal'alamiin....