Tampilkan postingan dengan label #kuliahbunsayiip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #kuliahbunsayiip. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2018

Berawal dari Hal kecil

alhamdulillah, kami dikaruniai seorang putri dan seorang putra. Terkait dengan materi menumbuhkan fitrah seksualitas ini, kami mencoba mengajarkan kepada mereka sedari kecil dalam kegiatan sehari-hari yang kelihatannya sepele. Seperti gambar diatas. Pesawat kertas itu adalah pesawat mainan hasil kreativitas ayah dan anak-anak.  Pesawat yang panjang adalah milik mbak D dan pesawat yang lebar adalah milik dek F. Yang istimewa dari mainan tersebut adalah gambar yang dibuat di atas pesawat berbeda dan menjadi pembeda terkait dengan pemiliknya. Gambar di pesawat Mbak D lebih feminin dan punya dek F lebih maskulin. Begitulah kami mempraktekan pendidikan fitrah seksualitas ini kepada anak-anak. Sedari kecil, kami mengajarkan bahwa mereka itu berbeda, mbak D cewek dan dek F cowok. Alhamdulillah, mbak D sudah paham mengenai identitas gendernya. PR besar adalah dek F yang masih rajin bertanya kenapa aku cowok, aku maunya seperti bunda aja dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sejenis( sepertinya karena terlalu dekat dengan Bunda). Kami harus lebih banyak memberikan stimulan Vitamin A untuk dek F.

Tarbiyah Jinsiyah Sebagai Jalan Keluar Menjaga Fitrah Seksualitas Pada Anak


Tarbiyah Jinsiyah Sebagai Jalan Keluar Menjaga Fitrah Seksualitas Pada Anak

(Kelompok 9 Kelas Bunsay JKT 2)





Rahma :  Disebutkan dalam slide diatas bahwa : tujuan tarbiyah jinsiyah adalah menghambat syahwat seksual Dan mengarahkannya hanya di koridor pernikahan.
Bagaimana Cara menjelaskan Dan memberikan contoh real yg benar kepada anak-anak yang baru akil Baligh ini.. dimana dorongan Dan rasa ingin tahunya besar.....???
Jawaban :
Zakiyah : Bismillah, saya coba jawab ya mbak... di pendidikan ini yang kami pelajari bersama itu menyatakan mmg dikembalikan semua pendidikannya mengacu kepada Alquran dan Hadist. tetap diberitahu dengan cara santun dan tidak vulgar. Plus diingatkan untuk tidak boleh berlebihan, dan beritahu juga kepada anak jika melakukan pelanggaran, krn itu termasuk zina dan itu dosa besar..


Tia : Pada usia berapakah anak mulai diberi tahu nama alat kelaminnya... Kalo di teori sex ed.kan katanya beritahu dengan bahasa sebenarnya ya, mis. Pen*s ato v*g*n*.. aku ngasih taunya kecepetan di umur menjelang 2 taun trus dia suka sebut2 dong 😭 misal lagi mandi trus teriak2 "Pen*snya disabuniiin..." 👉🏻 kalo kedengeran orang, awkward bangettt
Rahma :  Aku juga curious to know it...beberapa orang tua memberikan dengan Nama real penis Dan vagina dari usia 4 tahun...sejak pengenalan seks education di tingkat TK....
Aku sendiri mengajarkan dengan bahasa asli atau kedoketrannya Dan bahasa sehari2 Kita.misalnya, tempat pipis....ini saja perlu duduk lama Dan dengan bahasa sesedehana mungkin utk usia 4 tahun....agar tercapai tujuan diskusinya
Jawaban :
Zakiyah Iip: Bismillah, mbak tiaa, jujur saya jg memberitahu karim di bawah umur 1 tahun. tp mmg saya ttp memberitahu. ada hal2 yg malu jika di sebut di depan org lain. jd jika saya memandikan, atau suami saya memandikan. ttp saya beritau itu p*nis karim harus jaga ya, tidak blh ada yg pegang dan lihat. malu nak, itu bagian aurat yg harus di tutupi. biar Allah ga marah sama kita. tapi kl lg dicek sama bu dokter boleh, asal sama ibu dan ayah ya...
nah dari situ entah mengapa alhamdulillah karim selalu malu kl buka popok even depan saya juga mbak. krn mgkn mmg dia udah merasa belong to him kl ya hihi



Widya :  Untuk tarbiyah jinsiyah ini sendiri mksdnya dilakukan oleh ortu sendiri ataukah melalui media ( sperti program khusus atau bagimana?) maksudnya contoh praktek nya seperti apa ya
Zakiyah Iip: Wa'alaykumsalam mbak.. Bismillah saya akan jawab ya mbak. sebenarnya tidak ada program khusus namun ada 15 konsep yg di rangkum dalm pendidikan ini. sebentar lagi saya akan share. nah tp ttp harus dipelajari oleh kita sbg ortu adalah melihat faktor2 tantangan di dunia mereka skrg ini. dab mencari jawaban dari pendidikan tarbiah jinsiah ini. singkatnya kita harus kembali kepada Alquran dan hadist.
Yuli : Izin menambahkan ya mba 😊. Sepakat dengan jawaban mba zaki..
Hanya menambahkan. Untuk anak yg baru Aqil baligh sebaiknya diajarkan detail toharoh ya mba. Bagaimana cara mandi wajib. Dan ajarkan pula shaum sunnah untuk menahan sahwat..
Dan untuk anak laki-laki sebaik sedari kecil sudah diajarkan menjaga pandangan sehingga kelak ketika masa Aqil Baligh mereka tidak terlalu cerious sama lawan jenis dan masalah seksualitas. Ini sudah di contoh kan oleh teh kibar 😊
Yuli :  Mengenalkan alat kelamin itu merupakan salah satu pengajaran agar fitrah seksualitas si anak tetap terjaga. Sebaiknya diajarkan juga adab malu memperlihatkan alat kelamin juga 😊


Rizky IIP: 🙋🏻
-Bagaimana menjelaskan tentang istilah kemaluan laki-laki Dan perempuan pada anak balita ?
Apakah menggunakan kata "farji" atau sesuai dengan istilah medis.
- bagaimana menjelaskan tentang haid pada anak usia 7tahun. Sebab seorang Ibu pernah trauma mendapat menjelaskan haid Dari orang Tua terdahulu
Yuli : Sebenarnya di jaman sahabat sampai tabi'in masalah seksualitas menjadi suatu yg tidak penting karna begitu taat nya mereka terhadap perintah Allah.
Sehingga tidak ada kitab khusus yg mempelajari ilmu ini..
Tapi saat ini memang fitnah seksualitas sangatlah kuat dan merusak fitrah manusia akhirnya ulama mulai kembali mengkaji tarbiyah ini.
Dan alim ulama semua sepakat klo tarbiyah ini dilandaskan oleh fiqih.
Jika anak memahami fiqih mengenai seksualitas in syaa Allah hingga dewasa terjagalah fitrah nya . Ini hasil kesimpulan dr mendengar dan membaca artikel dari beberapa ustad seperti ustad budi ashari, ustad bendri dan ustad harry
Zakiyah Iip: Bismillah, saya coba jawab ya mbak. kl menurut saya pribadi, saya akan memperkenalkan istilah tsb dgn dalam bahasa sehari2, ini kemaluan, dalam medis disebutnya penis. dalam bahasa arab disebut farji. sehingga anak mengerti bahwa itu intinya sama.. maka menurut saya itu kembali lagi pada pilihan yang diajarkan oleh ibunya mbak. tp intinya ttp sama, asal anakntidak bingung aja..
Zakiyah Iip: kalau untuk mens, kembali lagi diberitahukan dengan bahasa sesuai umur anak. dan ttp mengacu pada fiqih yg ada. mungkin ada yg trauma karena bagi beberapa org  cara memberitahukan mens ke anak jadinya beban dan takut mbak. "oh kamu mens, hati2 ya jangan sampai ini itu" lgsg ke pelanggarannya. padahal yg anak perlu tau, mens itu adalah lumrah bagi perempuan, dan menandakan bahwa kalau anak ini sehat. dan beritahu bagaimana cara utk memakai pembalalut, ajarkan mandi wajib. dan lain2 sesuai fiqih dengan santun. baru ketika anak sudah siap. diberitahukan bahwa ada do dan donts yg harua dijalanain.. seperti utk wanita tidak tabarujj dll
Yuli :  Nambahin sedikit yah. Untuk anak tujuh tahun klo sy akan diberi tahunkan pemahaman dr aspek religi nya mba kalau sudah haid berarti sudah Baligh, sudah memiliki catatan dosa dan pahal dan sudah harus menjalankan ibadah yang diwajibkan agama.
Klo untuk pemahaman secara biologis nya bisa pakai bahasa sederhana yg bisa dipahami anak mba 😊

Zakiyah 
 Sebut saja Namanya Ari. Ari teman sedari kami SMP, kami disekolahkan di sekolah islam ternama. Karena baru kenal di SMP, kami tidak pernah tau bagaimana masa kecil-SDnya. Namun, yang kami tau dari teman sekolah TK-SDnya dia memang lebih nyaman bermain dengan perempuan, karena suka di bully oleh teman laki-laki dikarenakan masalah fisik (Maaf Gendut jadi dalam urusan aktivitas fisik tidak terlalu menonjol). Hanya segelintir anak laki-laki yang bisa dan mau bermain dengannya. Begitu juga di SMP, namun Kami sebagai teman karib tidak pernah berfikir jauh ke arah yang  negatif. Karena "group/genk" kami pun ada 2 anak laki-laki lainnya yang bermain bersama Ari selayaknya pertemanan antar laki-laki normal.
Waktu berjalan, kami pisah sekolah SMA, Kuliah dan tempat kerja. Sampai suatu saat kami dipertemukan dan Ari mengaku bahwa dirinya adalah GAY. Teman laki-laki kami sontak geli walaupun mereka cenderung lebih santai dan tidak mau ambil pusing. Tapi bagi kami sebagai perempuan mempertanyakan ada apa yang terjadi selama kurun waktu kami berpisah dan apa yang kami tidak pernah tau sebelumnya?
Dan akhirnya Ari pun bercerita. Masa kecilnya dihabiskan tanpa adanya "kasih sayang" dari orangtua. Dia selalu mencoba menarik perhatian Ibunya yang sibuk, ya Ibunya bekerja. Ari bilang setiap hari Ari melihat rutinitas sebelum Ibunya bekerja. Yaitu, buat sarapan, beberes, mandi, dan dadan. Dari situlah awal mulanya dia asyik bermain dandan-dandanan. Pernah ketahuan? pernah! Dia dimarahi dan selalu di bilang "Ari Jangan kaya banci!"

Bagaimana dengan Ayah Ari? Ayah Ari menurutnya orang yang keras dan tidak pernah dekat dengannya. "Buktinya, nggak ada sosok dia tuh di mata gw", imbuhnya. Oh iya dia 3 bersaudara, semuanya laki-laki. Dan dia pun bilang, bahwa "ingin dilindungi di diri gw tuh udah ada dari kecil, gw nggak mau melindungi." "pengennya gw itu diayomi gitu, dirangkul." "Gw udah coba jadi sosok laki-laki, tapi tetap aja nggak bisa."
Kami sontak bertanya, terus dulu lu pacaran sama si Ani itu gimana maksudnya? "Ya, itu saat gw mencoba untuk kembali ke laki-laki, tapi gagal. Capek ngelindungin mulu." jawabnya.
Lanjut cerita, bukan karena figur feminisme Ibunya saja sosok yang dia contoh, namun selama dia di tinggal kerja, dan dititipkan oleh Nenek dan Kakeknya (rumah berdekatan). Ari suka colongan main sama tetangganya tanpa pengawasan. Dia bilang dia senang kalau bermain sama tetangganya, terus di suruh joget, terus mereka menyoraki dan memberi apresiasi dengan apa yang Ari lakukan. Dari situlah dia suka joget dan sekarang jadi lead zumba. Plus dia suka lekuk tubuh seorang perempuan dalam gerakan-gerakan joget tersebut. "Seru!" katanya lagi.
Singkat cerita, Ari bilang ketika kuliah, dia ketemu lingkungan GAY, pokonya dia punya group GAY diajak temannya. Karena dia merasa punya bibit perempuan dalam tubuh laki-laki dan perjalanan cintanya dengan lawan jenis pun gagal terus, dia mikir "yaudah lanjutin aja bibit perempuan yang sudah lama terpendam, toh "gw nyaman! Dosa mah yaudahlah ya, gw yang tanggung. Gw juga masih kok shola…

Zakiyah Iip: yuk buibu, kita diskusi.. kira2 dari cerita diatas apa saja poin yg bertolak belakang dari 15 konsep tarbiyah jinisiyah?
Widi : Mungkin ini orang tuanya terlewat semua dari 15 konsep tarbiyah jinsiyah-nya yaaa 😢😢
Maka saya gak berani dandan skrg. Anakku lelaki 2 org.
Klo mau pake cream ngumpet ke kamar si kakak atau KLo malem dlm keadaan kamar udh gelap. 😢 Serem. Dan peralatan dandan yg padahal cuman lipen dan cream2 doank ak umpetin diluar jangkauan 2 anak laki2
Siti Cholidah: Jadi inget cerita suami aku zaky. Kl boleh saran utk tmnnya zaky diingatkan dg kematian. Dg azab kubur. Dg azab kaum nabi lut. Dan ada kasus benar adanya. Tetangga teman suami ada kedapatan meninggal d tempat krn GAY dan sdh mengidap penyakit AIDS, dr rmhnya tercium bau busuk yg tdk hilang meskipun jenazahnya sdh d kuburkan. Dan yg paling miris tak ada satupun teman2 GAY nya yg dtg menjenguk saat sakit sampai meninggal. Hanya para tetangga dan FPI setempat yg mengurusi jenazahnya.

Zakiyah : nah ini salah satu poinnya.. ajarkan kepada anak. bagaimana kita berdandan bukan tabarujj.. kita berdadan dalam islam diperbolehkan tp untuk suami.. dan lagi2 konsep ketika berduaan dengan suami anak harus mematuhi akan ijin masuk kamar orangtuanya
Siti Cholidah: Iya mba suami bilang kirain itu cm ada d sosmed. Ga taunya nyata.😭
Zakiyah Iip: yaa mbak, salah satunya itu.. poin aqidah kepada anak. bagaimana mereka harus paham dan takut akannya azab Allah di hari akhir. dan bagaimana panas nya api neraka itu benar sejatinya...
dari kasus teman saya ini, dia merasa tidak takut akan itu..
Zakiyah Iip: dadan dengan kondisi rapih dan bersih, santun aurat ibu juga ttp harus di jaga didalam rumah.. itu yg saya pahami.. krn kita role model mereka ya kan kakak.. smg bs sll ibu yg sholelah ya.. aamiin
Zakiyah Iip: nah ini.... poinnya slow but sure kita bahas ya.. fenomena halal utk pacaran. jangankan di tivi. beberapa orantua yg saya kenal. merasa anaknya kl ga pacaran itu aneh. dan khawatir. bahkan seakan salah 1 faktor utk menyatakan. hoo anak aaya aman dan normal berarti. padahal big no juga. utk menghindari ketodak normalan bukan dengan pacaran juga kan?
Yuli : Share kisah juga yah..
Waktu smp aku punya teman laki-laki yg kemayu..
Kami cukup dekat, dia pernah di rumah itu dari kecil dia selalu dianggap anak perempuan oleh kedua orang tua nya
Karna kulitnya yang putih dan wajah nya yang imut..
Dia ga pernah dibolehkan main Panas-panasan sama ibu nya..
Permainan olah raga pun ga diperbolehkan..
Kata ibunya takut cape dan jadi hitam..
Di rumah juga kadang suka berdandan kaya perempuan dan orang tua nya suka dia melakukan hal itu.
Cukup kasian memang karna jd bullyan Anak2 lelaki
SMA kebetulan satu sekolah lagi, temenku ini ada ikhtiar untuk menjadi lebih menly..
Dia ikut eksklu pramuka tp memang fisik nya Renta jadi sering sakit dan di suruh off lah sama ortu nya.
Kelas dua dia curhat katanya sekarang sering ke taman lawang ketemu bencong2 dan dia nyaman temenan sama mereka..
Kelas dua aku kenal mulai Hijrah dan dia mulai menjauh karena merasa ga nyaman gaul sama 'anak masjid'.
Kuliah aku dapat kabar dr Temen2 satu kuliah nya skrg sudah jd transgender..
Dan sekarang jadi penjajag seksual..
Innalillahi.. Betapa penting peran orang tua dalam menjaga fitrah seksualitas anak

 Nindya Larasati: Nah nyambung dr hal ini. Mungkin agak sedikit curhat. Waktu saya masih jaman jahil saya dan suami sebelum menikah pake proses pacaran dulu hiks karena yaitu tadi ga paham dan ga dilarang org tua untuk pacaran 😭
Setelah belajar jadi paham kalo pacaran amat sangat dilarang dalam Islam.
Untuk mengajarkan anak2 fitrah seksualitas misalnya tidak boleh berpacaran, berdua2an dgn lawan jenis bagaimana ya buibu karena saya sendiri dan suami dulunya pacaran. Kalo anak nanya, ayah ibu dulu pacaran apa engga kan jd bingung hiks mau jujur tp mau mengajarkan yg benar 😔
 Walaupun belum punya anak sih hehehe tp terus terang ini jadi hal yg paling kepikiran buat saya dan suami
Apakah gapapa saya mengajarkan mereka yg benar padahal dulu aja saya dan suami istilahnya ga benar?
Zakiyah : Bismillah.. saya coba jawab ya sis.. dalam islam kita perlu masa lalu untuk di tutup dan di perbaiki untuk kedepan.. skrg saatnya mmg kita hrs lbh dekat dan menjadikan anak2 nyaman kepada kita
 Widi : Ak pun dulu pacaran, walopun gak ngapa2in yg cenderung ke sex yaah tp udh dosa. Astaghfirullah
Zakiyah : yang saya tangkap dari contoh keluarga teman saya. jadi beliau punya 2 anak laki2.. 22nya lg puber. yg 1 sma dan yg satu smp. tapi gak banyak dari ank lainnya. saya pernah ngorol ke si kakak. bahwa, kok bisa kakak nonton ga sama temennya malah saya ibu?
dia jawab, apa bedanya emgnya ibu sama teman aku kak?
ternyata saya tanya ibunya. pernah ada 1 momen ibunya pusing dengan masa puber si anak. dan dia ajak diskusi. yg kakak mau itu seperti apa dr ibu. dia blg "yang kakak mau, ibu bs menjadi teman baik kakak tapi kakak akan ttp hormati dan sayangi ibu sbg orangtu"
dalam kedekatan itu, si ibu terus memberikan input positif, ttp suka nanya. kak ada perempuan yg kakak kagumi nggak? dia cerita sangat santai. ada ktnya. di tanya lagi. kenapa kakak kagum. jawabnya karena dia 11nya yg pakai jilbab diantara temannya.. si ibu ini ttp merajut komunikasi dengan tingkat kenyamanan level tinggi. bagaimana si anak trust kepada si ibu utk bertukar pikiran sis
😭 sulit bgt aku utk mausk ke taraf gt. kebanyakan nesunya kl aku mah wkwkwk.. tp ya itu mgkn bisa menjadi inspirasi. salah1 utk say no to pacaran pada anak. bagaimana kita bs buat anak nyaman dengan kita. bukan cari kenyamanan dengan org lain dan menuju zina... naudzubillah
 [04:29, 5/29/2018] Iim Khusnul Khotimah: Assalamualaikum.
Alhamdulillah baru selesai manjat.
Ijin bertanya ya bunprof semua :
1. Saat ini kakak (ce 3y3m) dan adik (ce 1y5m) sering saya mandikan bersama. Karena dirumah seringnya cma bertiga sama anak2 klo abinya kerja.
Apakah ini baik atau kapan baiknya mereka sudah tidak dimandikan bersama lagi?
2. Saya dan abinya biasa cium anak2 (pipi, dahi, bibir) dan anak2 juga selalu melihat klo abinya pamit kerja mencium saya dgn cara yg sama (maksudnya cium pipi, dahi, bibir).
Hal ini baik tidak ya??

Rahma :
Saya coba Bantu jawab ya.ini dari sisi pandangan saya..silahkan bisa ditambahkan dengan Bunprof sholehah lainnya....
1. Jika sama jenis kelaminnya pada usia tersebut (3 & 1 y) boleh. Jika beda jenis kelaminnya, maka tidak boleh. Anak-anak wajib Mandi tidak bersama dengan saudara atau orangtua nya pada usia 4 tahun.
2.TIDAK BAIK. Orangtua ke Anak boleh cium pipi Dan dahi.namun TIDAK BOLEH BIBIR.
ORANG TUA TIDAK BOLEH MEMPERLIHATKAB CIUMAN DAHI, PIPI DAN BIBIR DIDEPAN ATAU TERLIHAT OLEH ANAK. HANYA BOLEH CIUM TANGAN YG TERLIHAT OLEH ANAK.

ini lesson learned yg sangat penting Dan hampir2 aku Jadi marah Dan tidak suka dengan orang tua itu (walaupun TERLIHAT pakaian keduanya Islami Dan memanggil ummi Dan abi Dan Rumahnya tidak Ada TV). Tapi Anak Laki-laki lakukan seksual harressment terhadap Anak perempuan aku Dan suami aku marah besar Dan Kita langsung pindah sekolah. Root cause ya adalah karena Anak Laki-laki itu melihat ABI nya mencium umminya.kalau tidak salah di pipi atau di DAHI.ini aku yg investigasi pelan2 dengan Anak Laki-laki itu namun tidak cerita ke gurunya. That's the lesson learned.
Dyas: manarik ini pertanyaaannya mb @Iim Khusnul Khotimah  karena sering kita jumpai ya ...
ikutan menanggapi ya mb 😊
1. Kalau pengalaman saya, saat kedua anak laki-laki saya masih batita juga pernah  dimandikan bareng sekaligus mengajarkan mereka cara mandi, membersihkan bak dan bab mereka sendiri, untuk tata letak peralatan mandi mereka kami susun sesuai dengan tinggi badannya sehingga mereka bisa dgn mudah memperolehnya.
Ketika mereka sidah mengerti tentang aurat sebaiknya tidak mandi bareng lagi 😊
2. Terkait dengan ciuman, kalau kami tidak pernah memperlihatkan ciuman bibir di depan anak-anak dan tidak mencium bibir anak-anak.
Sejak awal kami beritahukan bahwa ciuman hanya utk keluarga saja (mahram) adapun derah yg kami cium (ubun-ubun, dahi, pipi dan tangan) sebagai salah satu cara menunjukan kasih sayang.
Yang paling sering kami lakukan saat perpisahan (sekolah atau kerja) dgn mencium tangan.

Kamis, 31 Mei 2018

MENUTUP AURAT



MENUTUP AURAT








Presentasi Oleh Kelompok 7

Cerita 1

Suatu hari, Dito pergi ke taman bermain dengan ayah dan ibu, tapi Dito ingin pipis dan toiletnya jauh di sebelah sana
🧒🏻 : Ibu, Dito mau pipis
🧕🏼 : Ayok Dito, kita ke toilet
🧒🏻 : Toiletnya jauh Bu, pipis disini aja
🧕🏼 : Tidak boleh pipis di sembarang tempat, Nak
🧒🏻 : Kenapa Bu? Dito gak tahan lagi
🧕🏼 : Ditahan sebentar ya, yuk kita jalan kesana. Kalo pipis sembarangan, kira-kira boleh gak ya menurut Dito?
🧒🏻 : Engga boleh ya kan Bu? Kan malu yaa Bu?
🧕🏼: Betul Nak, selain tidak sopan dan tidak boleh, pipis sembarangan bisa mengotori taman
🧒�� : Oohhh, jadi begitu yaa bu

Akhirnya Dito-pun sampai di toilet, dan akhirnya pipis di toilet laki-laki bersama Ayah.

Cerita 2

Di suatu siang hari yang panas terik, Rissa berada di luar rumah hanya dengan memakai kaos dalam. Ibu yang melihatnya menegur dan meminta Rissa untuk memakai pakaian dengan lengkap jika berada di luar rumah..
Rissa tidak mau karena udara sangat panas

👧🏻 : Rissa gak mau ah buu.. Panas
🧕🏼 : Kalo Rissa tidak mau pakai baju, Ayo kita masuk ke dalam rumah
👧🏻 : Engga mau buu, panas.... Rissa lagi ngadem disini yg sejuk kena angin
🧕🏼 : Di dalam rumah kan ada kipas angin. Rissa boleh diluar kalo mau pakai bajunya dengan lengkap
👧🏻 : Ibuu ini kan Rissa pakai baju
🧕🏼 : Itu hanya kaos dalam, sayang. Bukan baju bermain... Ayuk dipakai, nak
👧🏻 : Memangnya kenapa sih bu, kan gerah
🧕🏼 : Coba menurut Rissa, kalo ada orang lewat, Rissa malu tidak ya?
👧🏻 : Ohhh iya yaa Bu.. Rissa mau pakai baju aahh
🧕🏼 : Selain untuk menutupi rasa malu, pakaian juga untuk melindungi diri dari panas matahari dan dari orang yang berniat jahat.
👧🏻  : Rissa gak ngerti buu
🧕🏼 : Maksudnya, kalo Rissa tidak pakai baju, ada orang yang berpikir Rissa sedang mempertontonkan aurat. Ada orang-orang yg berniat jahat dan suka melihat aurat orang lain. Kita harus menjaga diri
👧🏻 : Aaaaah Rissa takut Bu...
🧕🏼 : Maka dari itu, kita harus melindungi diri sendiri dengan berpakaian yang baik...
👧🏻 : Rissa ngerti sekarang Bu...
🧕🏼 : Alhamdulillah...

Respon :

Tia : Nah ini ponakanku ada yg umur 7 taun, kalo di rumah cm pake celana kolor (ga pake kaos dalam, karena gerah katanya).. anakku jadi nanya mulu, "Kok mas ga pake baju?" Berhubung anak orang, ditanya malah didebat  balik 😅 jadi aku bilang ke bocah, karena masnya lagi kepanasan...

Widya : Wah untuk yg ini setuju mba.. tidak membiasakan hanya pakai baju dalaman untuk anak anak kalau diluar rumah. Apalagi anak cewe kali ya...

Tia : Kalo udah memberi pengertian di rumah, tapi ada contoh dari orang sekitar yg kurang baik, susah juga yaa..

Rizki : Cerita Nay hampir tiap ganti baju Minta lengan panjang. Kalo kehabisan protes katanya kelihatan widi : Hihi emang lebih menantang yaaa kalo udh sama orang lain.. tinggal anak sendiri dibekali juga utk jaga pandangan dan tahu bahwa itu tidak boleh 😃

Siti Cholidah: Iya mba. Kuatkan dari dalam mba. Jelaskan fungsi pakaian utk menutup aurat dan malu jk terlihat auratnya. Selain itu jg bs d beri pengertian agar terhindar dr kuman atau kotoran lainnya😊

Widi : Betul challengenya memang gitu bu tia. Jadi uda diajarin baik baik dirumah eh ngliat contoh yg begitu itu..

Shally : memang harus kuat penegakan prinsip dalam rumah yaa supaya ga terpengaruh sm yg diluar

Uli : Dr kecil gak mau pake yang you can see gitu sama rok, celana pendek juga gak mau

Cerita 3

Suatu hari sepulang sekolah ketika Lila sedang menunggu di jemput oleh Ayahnya, Lila menunggu di taman bermain depan sekolahnya.
Karena tidak seperti biasanya, Ayah terlambat menjemputnya. Lila menunggu dengan beberapa teman yang belum dijemput juga.
Entah mengapa tiba-tiba, Lila merasakan hal aneh ketika ada orang yang memegang bagian tubuh yang tidak boleh dipegang orang lain.
Lila menjerit dan berlari. Namun orang itu membungkam mulutnya. Lila kemudian menggigit orang itu dan berteriak minta tolong.
Alhamdulillah tidak lama berselang, pertolongan datang. Ada bapak satpam sekolah yang memang sedang berjaga dan tadi sedang tidak ditempat.
Alhamdulillah leganya Lila.
Kemudian, Lila menunggu di dalam sekolah agar tidak terjadi lagi hal-hal menyeramkan itu.
Lila takut. Lila harus cerita tidak yaaa sama ayah?
Lila takut Ayah marah tidak yaa?
Lila masih menangis ketika Ayah datang dan segera memeluk Ayah
Lalu dengan sabar, Ayah menenangkan Lila. Kata ayah begini :
Tindakan Lila sudah benar, dengan berteriak dan menghindar. Ayah tidak marah, tapi Ayah bersyukur sekali tidak terjadi sesuatu yang buruk pada diri Lila.
Jadi sebaiknya, tahan diri Lila kalau Ayah terlambat menjemput ya. Jangan bermain sendiri.
Ayah minta maaf sudah terlambat menjemput.

Respon :

Rumyimah: Mendidik anak untuk waspada. Jadi ingat lagu yang mbak reni share, sentuhan boleh, sentuhan tdk boleh. Anakku yang cowok, 4 tahun, saking supelnya, sama orang baru pun ngajak ngobrol ba-bi-bu. Gmn ya jelasin ttg kewaspadaan ini???syukur kalau ada yg punya link referensi plus lagunya kalau ada

Siti Cholidah: Bagus mba sifat supelnya itu, tinggal d arahkan jika ada org yg dia ga merasa nyaman jangan terlalu dekat. Biasanya anak memiliki insting yg kuat.
Jadi biarkan sifat supel itu berkembang. Ajarkan berulang2 ttg sentuhan. Itu saya praktekan ke anak2 saya.

Shally : perlu dijelaskan kalau ada orang boleh akrab atau tidak. Mbak rum bisa minta anaknya untuk meminta izin dulu sebelum mengobrol dengan orang lain, karena memang dalam usia segitu ibu masih berhak menentukan siapa yg boleh dekat. kadang ibu pun ga bisa menemani anaknya setiap saat kan 😉

Widi :  Saya tambahkan yaaa mba ndah utk jawaban mba rum :
• Beritahu siapa saja anggota keluarga atau orang yang dapat dipercaya
• ajak anak berkomunikasi utk mengetahui kejadian yg dialaminya sehari2 misalnya jika ada org yg tiba2 memberi permen
• ajari anak utk meminta pertolongan jika dalam bahaya

 Tia : Setuju, sifat supelnya sangat bagus mbak Rumyimah...
Dijelaskan saja ke anak, ada informasi yg gak boleh diumbar ke org yg ga dikenal... misal alamat rumah, nama lengkap, nama ibu...
..







Rabu, 30 Mei 2018

Menumbuhkan Fitrah Anak Laki-laki Sesuai Tauladan Rasulullaah SAW


Menumbuhkan Fitrah Anak Laki-laki Sesuai Tauladan Rasulullaah SAW 😊









Presentasi oleh kelompok 6


Sebagaimana dijelaskan oleh grup-grup sebelumnya, Fitrah seksualitas bukan hanya  sekedar sex education yang mengajarkan tentang organ reproduksi atau pendidikan seks yang diarahkan untuk  mencegah kita dari berbagai penyakit menular. Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya, sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Orang tua mempunyai peranan yang penting dalam menumbuhkan fitrah ini. Orang tua yang mendidik dan mengarahkan anak-anaknya menjadi laki-laki atau perempuan sesuai dengan fitrah ketika dia dilahirkan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kelompok kami memilih tema khusus yaitu menumbuhkan Fitrah Seksualitas anak laki-laki sesuai teladan Rasulullah. Dalam hal ini kami fokus kepada mendidik anak laki-laki sebagaimana Rasulullah dibesarkan sehingga fitrahnya sebagai laki-laki bisa tumbuh dan berkembang. Tema ini kami anggap penting karena bisa menjadi bekal bagi kita semua untuk mendidik anak laki-laki agar mampu menjalani fitrahnya sebagai laki-laki dengan benar. Jangan sampai kita sebagai orang tua salah asuh, sehingga mencederai fitrahnya.

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Elly Risman dari tahun 2008-2010, studi di 33 provinsi di Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia salah satu negara paling “yatim” di dunia. Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai fatherless country setelah Amerika.

Fatherless country merupakan sebuah negeri yang ditandai keadaan atau gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran, dan keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah. Mungkin tak jarang kita lihat ayah berangkat kerja pagi hari, bahkan sebelum anak bangun, lalu pulang sore hari bahkan malam saat anak telah tidur, waktu interaksi dengan anak amat sedikit.

Menurut Grimm-Wassil, ayah memiliki pengaruh dalam beberapa area khusus pada perkembangan anak, diantaranya ayah mengajarkan arti kebebasan yang bertanggungjawab, ayah meluaskan pandangan anak tentang dunia luar, pendisiplin yang tegas, serta tentu saja ayah adalah model laki-laki bagi anak.

Jadi peran ayah itu tidak hanya terbatas pada mencari nafkah harta saja tapi juga harus memberikan waktu dan kasih sayang, lebih jauh lagi ayah harus berperan sebagai role model bagi anak untuk belajar ketegasan dan kuat untuk menolak segala hal negatif yang ditawarkan oleh lingkungan luar atau teman sebayanya.

Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.

mendidik anak laki-laki sesuai Fitrah seksualitasnya

mendidik anak laki2=berupaya membangun sifat dasar lelaki
laki2 diciptakan oleh Allaah SWT memiliki kelebihan dibanding perempuan=memiliki fitrah jiwa Al Qawwam (pemimpin)
maka untuk menumbuhkan fitrahnya sebagai laki2, maka didiklah sesuai dengan fitrah keQawwamannya, dimana seorang laki2 itu harus memiliki ciri sebagai berikut :
1. Bisa diandalkan
2. Mampu dan tetap tangguh menghadapi situasi sulit
3. mampu menjadi pemimpin
4. mampu menyelesaikan masalah

Allah SWT telah menjàdikan Rasulullaah SAW sebagi role model lelaki terbaik sepanjang zaman.
maka tugas qt sebagai ortu adlh mengeksplorasi bagaimana beliau dulu dididik dan dibina oleh Allaah SWT.

Usia 0-5th (sterilisasi bahasa)

Rasul kecil "diasingkan" dan disusukan pd ibunda Halimatus Sa'diyah di kampung Bani Sa'ad, bukan tanpa tujuan.
ibunda Aminah berharap Rasul kecil tumbuh di lingkungan yg memiliki kebiasaan berbahasa yg baik (krn saat itu di Makkah bahasa lingkungan sekitar  sangat jauh dr kaidah dan sangat jauh dr kata santun).
disinilah Allaah hendak mengingatkan kita, bahwa jangan pernah menyepelekan perbaikan bahasa sejak usia dini, dan ini bisa dilakukan dengan cara sering membacakan sirah/kisah para nabi. setiap bahasa memiliki nilai dan rasa, maka fokuslah pada perbaikan bahasa.
perbaikan bahasa = perbaikan akhlak (sertakan QS Al ahzab 70-71)

Usia 6-9th ( Belajar gembala kambing)

jangan selamanya anak "disterilkan" dr lingkungan luar. ketangguhan anak lelaki adalah mereka sanggup menghadapi realitas, maka harus dipersiapka  utk akhirnya mampu mwnghadapi tantangan yg jauh lebih hebat di luar sana.

Kenapa sampai para nabi menjadi penggembala kambing? Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hikmah di balik penggembalaan kambing sebelum masa kenabian tiba adalah

  1. agar mereka terbiasa mengatur kambing yang nanti dengan sendirinya akan terbiasa menangani problematika umat manusia. (Fath Al-Bari, 4:441). Kalau sukses menggembala kambing, maka nantinya akan mudah mengatur manusia kelak saat menjadi seorang nabi.

  1.  Dengan menggembala kambing akan dilatih untuk sabar dalam menyantuni dan mengayomi. Karena ketika kambing dalam jumlah banyak lantas terpisah, maka harus ada kemampuan untuk mengatur kambing-kambing tersebut karena ada yang sifatnya taat dan ada yang membangkang. Maka ada pengalaman mengatur orang yang punya tabiat yang berbeda. Demikian pula disebut oleh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari, 4:441.

  1. Menunjukkan sifat tawadhu’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beliau mau mengungkap masa lalu beliau yang hanyalah orang biasa. Biasanya jika seseorang dahulu miskin dan susah, kalau memiliki sifat sombong saat ini, ia tidak akan mau mengungkit masa lalunya.

  1.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi penggembala kambing untuk mengajarkan bahwa seorang dai itu baiknya tidak bergantung pada orang lain. Seorang dai harus punya pekerjaan untuk mendukung nafkah diri dan keluarganya. Karena …
Usia 10-14th (belajar berdagang dan travelling)

Anak lelaki memiliki fitrah suka berpetualang, maka jangan padamkan jiwa travellingnya.
disinilah peranan ayah bekerja, persiapkan safar bersama anak lelakinya.
hal tersebut bertujuan : belajar mengenal dunia, bahasa, suku, tradisi, dll. berlatih memahami medan, dan menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan yg berbeda dr lingkungan tempat tinggalnya selama ini.

 Usia 15-20th (belajar magang peran)

Rasul tidak serta merta menjadi manusia sempurna, tetapi memang telah Allaah tempa dan persiapkan langsung sejak usia dini.
ortu  bisa membuat program magang peran dan juga seni bela diri.
bertujuan untuk: menjaga kehormatan nya sbg seorang lelaki, membuka cakrawala berpikir, dan menjadi tangguh dan matang saat dewasa nanti.

Usia 21th (Aktif dlm organisasi)

banyak anak remaja yang saat ini lemah dalam organisasi kebaikan dan lebih senang berkumpul dalam hal yg sia2.
tugas ortu adalah membuat program memilih organisasi kebaika  bagi anak.
tujuannya : melatih kepekaan thdp situasi masyarakat. karena ciri lelaki tangguh adalah tidak hanya mengurus diri sendiri, tp memikirkan dan mengurus org banyak.

Usia 25th (persiapkan utk menikah)

Menikah = Mencari partner kebaikan utk menciptakan peradaban mulia.

Diskusi :

Widi :
Jaman sekarang yang tinggal diperkotaan udah gak bisa kan yaa menggembala kambing, sebagai gantinya pendidikan seperti apa yaa menurut Mommy ROS yang cocok utk menggantikan pendidikan fase itu?

Jawaban :

Rumyimah: Pertanyaan mbak Widi sudah terjawab di materi yang kami share ya. Intinya adalah melatih tanggung jawab.Untuk situasi kita sekarang, bisa dialihkan sesuai dengan sikon rumah kita. Misalnya memelihara ikan di akuarium. Anak akan diajarkan untuk memberi makan dengan takaran yang pas dan konsisten waktunya. Dia dilatih kepedulian dan kedisiplinan memberi makan tepat waktu, kalau nggak ikannya mati. Kemudian diajak membersihkan akuarium bersama-sama.

Widya :

kalau saya pribadi ketika diberikan penjelasan, malah mikirnya gembala kambing kaya ikut organisasi gitu si mba widi, misal jadi ketua osis di smp. atau ketua rohis. karna inti dr penggembala kan menjadi pemimpin yg nantinya bisa merangkul smua umatnya gitu ya. 😁
Sani Iip: mba Widi, kami mohon maaf jk jawaban km belum sempurna. jujur kami belum menemukan jawaban yg pas saat ini. krn memang jk dikondisikan dg keadaan saat ini anak2 qt mungkin akan kesulitan juga menggembala kambing ya. sedangkan Allaah mendidik para nabi dg cara menggembala kambing saat masih kecil

Rahma :

1. Aku tertarik banget dg Belajar Berdagang. Tapi kok, bukan buka lapak, tapi ekspedisi. Tolong dijelaskan maksudnya apa dari point ini Dan yg ingin dicapai apa? Aku niatnya mau melatih Anak perempuan aku utk Belajar dagang, ya jualan barang kecil2an yg mereka sukai ke teman2 nya.atau bazaar sekolah, hanya utk melatih Dan menghargai mencari uang.please advise and inputnya ya.
2. Bagaimana response Anak perempuan terhadap Anak Laki-laki yang terlalu perhatian Dan menjaganya di sekolah? Misalnya, disekolah Ada Anak Laki-laki yang perhatian Dan "suka" sama anak perempuan aku.bagaimana Cara menjelaskan nya? Aku selalu menjelaskan untum waspada terhadap Anak Laki-laki Dan bahkan gemess mau bilang, hampir semua anal Laki-lak itu jahat. Apalagi sdh pernah trauma dg Anak laki2 sampai pindah sekolah Dan itu 2x. Jadi pindah sekolah 2x. Dan total pindah sekolah 3x dalam 1 tahun.masa2 sulit untuk recovery trust ke Anak Laki-laki. please advise....🙏🙏🙏

Jawaban :

 Rumyimah:
Kalau kita perhatikan Sirah Rasulullah, berdagang bukan dengan buka lapak ya, tetapi melakukan perjalanan jauh ke suatu negeri, membawa barang dagangan ke negeri tersebut dan kembali lagi ke negeri asal dengan barang dagangan dari negeri tsb untuk dijual kembali (mohon koreksi kalau saya salah). Dengan demikian, tantangannya lebih tinggi. Hal ini untuk mengasah ketrampilan menaklukan tantangan yang merupakan pemenuhan fitrah laki-laki yang memang suka dengan tantangan. Selain itu pengalaman yang diperoleh akan lebih banyak d/p ketika dengan buka lapak. Namun jujur untuk kondisi sekarang, saya juga masih belum tergambar perdagangan yang seperti apa yg bisa diajarkan. Barangkali ada yang bisa sharing

Sani  : utk pertanyaan no 1, maksud dr bukan buka lapak adalah tinggal berniaga diam di tempat, mba. tetapi berekspedisi menjelajah dunia. point nya tadi, agar tertanam jiwa traveller. untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca link berikut : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/04/17/p7bkqj313-bepergian-ala-rasulullah

Rumyimah: Untuk nomor dua, saya juga mengalaminya mbak Rahma. Anak perempuan saya kadang juga cerita, si A suka deh Bun sama aku....dia begini-begini dan begitu-begitu. Biasanya saya ajak diskusi anak saya, saya klarifikasi kembali. Jangan-jangan cuma perasaannya saja. Kemudian saya jelaskan tema pergaulan dalam Islam, dengan bahasa anak-anak ya mbak.  Dan endingnya dia merasa terganggu nggak, kalau terganggu, kita coba cari beberapa alternatif solusi. Waspada tetap perlu, tapi Sebaiknya jangan sampai kita tanamkan bahwa laki-laki itu jahat, karena nanti merusak fitrahnya mbak.

Renie, Uli, Dita : Mau tanya tentang Magang Peran ini bgmn mksdnya ya?
Apa dan bgmn peran ortu dalam Magang peran ini , mba?

Jawaban :

Widya :  mengenai magang peran... hmmm dulu rasanya bu septi pernah share bahwa anak2 nya di usia sekitar 13 tahunan (saya lupa pastinya) di magangkan ke suatu badan, baik perusahaan atau pun orang yg pandai di bidang itu, dan magangnya sesuai dengan minat dan fokus anaknya, disitu anaknya bu septi magang mulai dari unsur paling kecil (paling bawah) sampai akhirnya bisa ngobrol dan bagi ilmu sama pemimpin perusahaan nya. --> mohon jika ada yg perna baca share ini juga dibenerin ya kalau ada salah2..

Sani : Tujuan Allaah "mendidik" Rasul untuk magang peran, adalah : agar tumbuh menjadi pribadi yang matang dan siap. maka Rasul pun ditempa sejak usia muda. disini Rasul mulai magang sejak usia 12th, mulai berkecimpung langsung belajar memanah, awalnya hanya menjadi pemungut panah, tetapi dr sanalah awal akhirnya Rasul menjadi pemanah hebat.
magang peran sebagai pedagang, awalnya hanya ikut pamannya, tp dr sanalah akhirmya Rasul matang dan handal dalam berniaga

Rahma : Aku mau share juga...dari pengalaman teman Aku...dia magangkan anaknya untuk kerja dengan temannya.... sesuai dengan minatnya....tujuannya untuk tahu real pekerjaan nantinya di dunia kerja Dan pematangan mental Akan minatnya itu... learning by doing....dan ini non profit...
Widya : nah menurut saya sih, magang peran itu mungkin bisa di inline kan dengan minat dan fokus anaknya. bisa dianggap dengan belajar berguru dengan orang2 yg fasih dibidangnya ataupun mencoba roleplay dengan lingkungan sekitar. ga usa jauh2 sih, partisipasi dalam masyrakat bisa juga dijadikan tempat magang..


Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak








Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

PRESENTASI OLEH KELOMPOK 5

Kenapa aku harus bobok sendiri, Ayah? Aku mau bobok nya sama Ayah Bunda aja.
Kenapa kamar aku 👧 sama adek 👦🏻 dipisah sih bun?
Kok bunda dapat libur sholat sama puasa dari Allah, bun?
Kenapa dedek 👦🏻 harus sunat, bun?
Familiar kah bunda2 dengan pertanyaan diatas? 👆

Pernakah kehabisan kata kata untuk menjelaskan kepada anak anak?  🤷‍♀

Pasti sudah tidak asing lagi ya dengan kalimat2 itu.

Dan jika kita kurang tepat menjelaskan nya kepada anak anak kita, apa yang akan terjadi ?
Mungkin anak anak tidak paham betul apa fitrah seksualitas dirinya.
Mungkin anak anak tidak paham akan arti dari Laki-laki sejati ataupun Perempuan sejati.
Atau masih merasa belum waktunya ah jelasin ke anak anak, masih pada kecil pasti belum paham
Atau Nanti aja jelasin nya kalo sudah besar
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Anak anak kita ga selamanya menjadi anak kecil, kelak mereka juga akan menjadi remaja dan dewasa. Ketika mereka sudah tiba saatnya harus mengetahui tentang diri mereka sendiri dan peran yg harus diambil, kemanakah mereka akan bertanya? 🤔

Jika kita menunda2 memberikan pemahaman fitrah seksualitas kepada anak, bisa jadi tanpa kita sadari peran kita diambil oleh pihak lain... 😱

Siapa pihak lain itu ?
📲💻 Teknologi
👫👭👬 Lingkungan Masyarakat
👩🏻🎤🏍🚲 Lingkungan Pergaulan

Seperti kita ketahui bersama bahwa pihak lain itu memiliki daya magnet yang sangat kuat.
Maka dari itu, penting sekali mengenalkan fitrah seksualitas anak sejak dini oleh orang tuanya. 👨👩👧
Agar orang tuanya pun terpacu untuk selalu belajar dan menjadi teladan untuk anaknya. Selain itu, kedekatan emosional anak dengan orang tua akan terjalin 💞

Diskusi :  
Rahma :
1. Bagaimana Cara mengontrol kegiatan Anak? Tanpa Anak merasa diintrogasi atau dikawal?
2. Bagaimana memahamkan kepada Anak usia 3-5 tahun Dan 8 tahun mengenai real keadaan di lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap anak.mis.kejahatan seksual Dan kejahatan lainnya? Tanpa membuat Anak jadi phobia Akan keramaian.

Respati :
1. Pertama, emg kudu ada rasa saling percaya antaranak dg orang tua kali ya mba 😅 .
Kl bahasa mudahnya, kita jd orang tua jd orang pertama yg mereka ceritain ttg apa yg mereka lakukan...
Jadi buat mereka jujur dulu sm kita...
Dulu pernah ada kisah, Rasulullah ditanya sm pemuda...
'Ya Rasulullah. Sy mau melakukan apapun,jangan kau larang'
'silakan' Kt Rasulullah 'Tapi jadilah orang jujur'
Ketika dy jujur, mau ga mau dia harus cerita dnk apa yg dy lakukan
Sama dg yg kita lakukan ke anak...
Buat anak kita jujur dg apa yg dy lakukan...
Caranya gimana?
Kl mnrtku sh kita jg harus jujur sm anak 😁
Kita mau apa, kita tanya sama mereka, cerita sm mereka, tp harus jujur 😁
Atau kalau mereka terus ngikutin, ajak mereka terlibat dg kegiatan kita... 😁

Retno wulan :
 mungkin bisa membiasakan kita melakukan kegiatan bersama anak dalam keseharian. bikin ritme harian yang itu nantinya jadi pola mereka melakukan kegiatan sehari-hari. kalau kita gak mau anak2 kita melakukan hal2 sia-sia atau gak baik, kita contohkan untuk tdk melakukan hal itu.

Rumyimah: Menanggapi nomor 1
Kita harus menciptakan bonding yang cukup kuat antara kita dengan anak-anak semenjak dini. Kedekatan ini akan membuat anak-anak nyaman bercerita tentang dirinya dan lingkungannya kepada kita. Dan kita pun akan dipercaya oleh anak-anak sebagai tempat berkeluh kesah yang paling nyaman. Sehingga ketika kita menanyakan sesuatu kepada anak, anak akan dengan senang hati bercerita. Kalau kita tidak pernah menciptakan ruang untuk kita dengan anak, bisa jadi anak malah berfikir "ada apa nih mamakku nanya macam-macam.

Respati :  Bagaimana memahamkan kepada Anak usia 3-5 tahun Dan 8 tahun mengenai real keadaan di lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap anak.mis.kejahatan seksual Dan kejahatan lainnya? Tanpa membuat Anak jadi phobia Akan keramaian.
.yg nomor dua. untuk usia batita--lima tahun, gunakan gaya bercerita atau bisa media lain. misalnya lagu sentuhan boleh-tidak boleh. untuk anak usia 8 thn sudah bisa diajak diskusi. jika hal ada sesuatu yg seperti itu kakak nyaman gak? atau risih? kira2 itu boleh atw tidak
gunakan waktu, intonasi, gestur yang tepat
karena fitrah anak pada kebaikan

Tanggapan Rahma :
 Terima kasih masukan atau jawabannya ya Mba Renia...
Ini yang aku lakukan...aku sering tell ke Rumah ketika aku sedang di kantor atau diluar Kota. Bicara dg anak3 Dan Mba pembantu dg bahasa senyaman mungkin.

2. Khusus utk kakak-kakak yg Sudah sekolah, sebelumnya aku sering Tanya...."kakak disekolah ngapain aja?" Namun kemudian, aku nyadar sendiri...kok aku Tanya nya itu mlulu....bosen ngak sih kakak dengernya nya..aku tahu kakak bosen dg pertanyaan ini dari jawabannya yg sdh kurang Semangat.
LALU, aku ubah now pertanyaan nya..."mmm...kakak disekolah tadi senang ngak..? Apa yang membuat kakak senang disekolah...? Apa ya..yang menarik kakak lakukan...?
Aku Jadi mikir2 sangat dulu...jika mau bertanya kegiatan keseharian Anak disekolah...agar mereka bisa nyaman Dan jujur ceritakan semuanya...
Alhamdulillah, anak3 aku suka cerita...detail..cerewet Kali ya... hihihihi...pas waktu sebelum tidur...curhat time...bahkan sebelum aku Tanya...anak3 sdh mulai duluan.....
Tetap aku usaha utk selalu improve strategi aku dlm Hal ini....
Sharing saja ya..
Rahma :
Nah...utk pertanyaan no 2 nih...aku perlu input....karena kadang Anak aku (yg umur 5 tahun. Kalau yg 8 tahun seh lebih matang pemahamannya dari adik2nya) kalau Kita lagi jalan2 keluar..suka bilang.. Bunda2 ...itu orang jahat ya..? Sambil nunjuk orang...
Bunda..kode rahasia Kita apa bunda? Kalau aku ditanya orang, Aku harus Tanya dulu...kode rahasianya apa? ....ini imaginasi Anak aku...
Aku jelaskan pelan2... Memang yg kedua (5thn) ini imaginasinya luaarr biasaa...mesti Kita bimbing.....❤

Renie:
Mgkin kakak nya bisa bantu jelaskan ke adiknya, ttg kode rahasia itu mba.
Siblings biasanya lebih mudah ya menjelaskannya.

Retno : masya Allah ini anugerah Allah. anaknya berarti sudah bisa banget diajak diskusi mbak. bisa lempar balik pertanyaannya. mengapa mas kok bisa menganggap org itu jahat? dilihat dari mana? orang jahat itu apa?

Rifni IIP: Aku pernah baca tp maaf lupa di mana, instead of kita interogasi dg nanya "di sekolah ngapain aja?" anak akan lebih senang jika dipahami perasaannya dg bertanya "apakah sekolah hari ini menyenangkan?" "bagaimana perasaanmu?" Saya blm praktek sih karena anak sy blm sekolah 😅

Respati :
 2. Sbnrny kl anak udh mulai bs diajak diskusi lbh seru ya mba, bisa diajak tektok 😅
Coba diceritain kisah2 nabi / orang dulu mba... 😁
Dulu, pas matriks 3, kita kopdar dan pemateriny Mba Azizah...
Beliau jg smpt cerita kl di daerah rumahnya ada 'bagian sisi gelap'
Anakny pernah dilarang dg tegas
'jangan main disana krn disana banyak kaum Nabi Luth' 😶
Krn udh bisa diskusi anak2ny pun, nanya 'emg kaum nabi Luth ky apa ummi'dsb dsb
Jadilah ada diskusi dg anak... 😬