Tampilkan postingan dengan label #day8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #day8. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Agustus 2017

Belajar menghafal dan memahami asmaul husna

Tantangan hari ke-8, Ahad 20 Agustus 2017

Pada awal perencanaan saya sampaikan bahwa durasi proyek evening ceria selama satu bulan dan selebihnya akan dievaluasi. Setelah seminggu berjalan, proyek evening ceria ini saya cukupkan sekian untuk dilaporkan di blog ini sebagai tantangan sepuluh hari my family my team. Hal itu dikarenakan menurut pandangan saya, proyek tersebut sudah cukup kondusif. Yang dimaksud kondusif disini adalah anak-anak dan semua pihak dalam keluarga sudah punya komitmen yang cukup tinggi terhadap pelaksanaan proyek dan dari hasil evaluasi selama ini, tingkat pencapaian proyek sudah diatas 80%. Hanya Fahmi saja yang masih harus dibiasakan untuk bisa lepas dari gadget. Walaupun laporan pelaksanaan diblog sudah berakhir, namun proyek ini akan tetap kami jalankan dalam keluarga karena kami sangat merasakan manfaatnya😍😍😍

Untuk selanjutnya tantangan 10 hari my family my team ini akan saya lanjutkan dengan proyek baru di keluarga kami. Berawal dari beberapa waktu yang lalu ketika saya melihat video kajian yang mengingatkan tentang bagaimana kita bisa mengenal Allah kalau kita tidak tahu sifat-sifat Allah. Saya pun seakan tersadar akan kekhilafan selama ini. Alhamdulillah, disekolah Dina sudah menghafal asmaul husna tinggal menambahkan pemahamannya di rumah. Fahmi, si kecil yang berumur 3,7 tahun pun sudah ikut menyenandungkan ketika Dina menghafal dan senandungnya sering ditayangkan pada waktu itu. Untuk melengkapi pemahaman tentang asmaul husna tadi, dirumah sudah ada buku tentang asmaul husna untuk anak-anak. InsyaAllah proyek ini kami rencanakan untuk dilakukan di rumah. Gambaran proyek ini adalah kami akan menghafal asmaul husna, kemudian belajar memahami artinya dengan membacakan buku asmaul husna yang ada dirumah. Untuk menghafal, yang akan mengajari adalah Dina karena dia yang sudah hafal duluan. dan targetnya adalah bunda yang baru hafal sedikit😅. Fahmi akan diikutsertakan menghafal juga namun tidak ada target khusus.  Proyek ini telah saya bicarakan dengan Dina kemarin malam dan dia setuju. Kalau Fahmi, pasti akan mengikuti apa yang kami laksanakan. 

Pelaksanaan Perdana proyek menghafal asmaul husna pada hari ahad 20 Agustus 2017

Karena siang harinya kami sibuk dengan arisan keluarga di daerah Otista, Proyek menghafal asmaul husna yang telah kami rencanakan malam sebelumnya belum berjalan. Pagi hari sebelum berangkat, saya sibuk membantu Mbak menyiapkan makanan untuk dibawa ke arisan karena keluarga karena kami mendapat jatah lauk. Sepulang dari arisan, Dina mengeluh capek sekali. Dia hanya berbaring saja di sofa. Petang harinya setelah shalat maghrib, Dina masih mengeluh hal yang sama. Dia hanya berbaring di dekat Ayahnya yang mengaji. Sementara itu, Fahmi minta ditemani main mobil-mobilan diatas. Alhasil, saya pun lupa.hiks..hiks...





Sabtu, 22 Juli 2017

Tentang si kecil

Tantangan hari ke-8, Jumat 21 juli 2017
Sudah seminggu saya melatih kemandirian mbak Dina.  Putri sulung saya.  Kini saatnya saya beralih kepada Fahmi,  putra saya yang nomor dua.  Meskipun tidak dinarasikan disini,  tantangan kemandirian kepada mbak dina tetap berlanjut. 
Tentang si kecil Fahmi,  dia sekarang berusia 3 tahun 7 bulan.  Alhamdulillah sejak dua tahun sudah tidak pakai pampers kecuali kalau pergi-pergi saja. Dan usia tiga tahun, toilet traininingnya sudah berhasil.  Dia lepas pampers sama sekali.  Dan untuk BAB BAK langsung ke kamar mandi.  
Ditantangan kemandirian ini saya ingin melatih Fahmi untuk makan sendiri. Bukannya dia tidak bisa,  kadang keasyikan main atau rasa malasnya timbul. He.. He... (niru ibunya ini). 
Hari itu,  sy mendapat laporan dari mbak.  Makan pagi masih minta disuapin.  Akan tetapi makan siang,  sudah mau makan sendiri.  Malamnya Fahmi tidak makan besar.  Dia  biasa ngemil entah itu susu,  kue,  jus atau yang lainnya.  Dan ketika sudah merasa kenyang,  dia tidak makan berat lagi.
Bagi saya,  melatih kemandirian untuk Fahmi lebih menantang.  Sifatnya jauh beda dengan kakaknya.  Dia cenderung lebih ngeyel dan "kekeh"  terhadap kemauannya.  Kalau sekali bilang tidak,  dia tidak akan mau melaksanakan yang kami minta.  Dibujuk atau diimingi sesuatu pun tidak mempan untuknya.  Yach,  smoga sifat ini akan membawamu menjadi seseorang yang teguh memegang agamamu ketika kau besar nanti ya nak!!! 

Sabtu, 10 Juni 2017

Memukul Adik

Malam itu  saya sedang shalat tarawih.  Dina yang sudah selesai duluan shalat tarawihnya tiba-tiba memukul tangan adiknya.  Pukulan pertama adiknya belum ngeh.  Pukulan kedua adiknya diam.  Pukulan ketiga adiknya baru bertanya kenapa. Melihat kejadian itu shalat tarawih sy sedikit terganggu karena mereka berdua persis duduk didepan saya shalat . Hem. . . Mau membatalkan shalat tarawih nanggung,  sy terusin deh shalatnya dengan tetap mendengar pembicaraan mereka berdua(he...he...ketahuan nih shalatnya tidak khusu') .
Kejadian selanjutnya Dina pun menjelaskan alasannya memukul fahmi.  Dan entah apa lagi yang terjadi waktu itu karena saya memutuskan untuk tetap melanjutkan shalat tarawih sampai selesai. Selesai shalat tarawih,  saya melihat mereka berdua sudah baikan dan sudah main bersama kembali.  Namun,  saya merasa perlu mengingatkan dina tentang perilakunya tersebut.  
Menjelang tidur,  saya ajak Dina berbicara.  "Nak,  kenapa memukul adek? ".  " Kakiku sakit Bun.  Kena lakban yang adek mainin. ", jawab Dina. Memang waktu itu adiknya bermain lakban dengan cara digelindingin ke segala arah.  Mungkin Dina kena secara tak sengaja.  Disitu,  saya mencoba memberikan Dina pemahaman dengan bahasa sederhana boleh tidaknya dia melakukan hal tersebut .  Mencontohkan seandainya dina yang melakukan hal tersebut kepada bunda tanpa disengaja,  kemudian bunda langsung memukul dina,  Dina sedih nggak? ? ? Alhamdulillah Dina bisa mengerti .