Selasa, 15 Agustus 2017

day3

Hari ketiga Selasa, 15 Agustus 2017

Memasuki hari ketiga pelaksanaan proyek evening ceria, beberapa kegiatan hari sebelumnya masih dilakukan. Hanya saja ada kejadian "force majour" yang membuat saya harus memegang gadget. Kebetulan untuk acara peringatan 17 Agustus 1945, keluarga saya memperoleh bagian membawa kue. Berhubung baru tahu pagi hari sebelum saya berangkat ke kantor, dan waktunya mendesak, saya harus pesan kue petang hari itu juga. Saya butuh menggunakan gadget untuk berhubungan dengan mertua yang akan mengantar saya memesan kue tersebut di tukang kue. Karena dipastikan saya menyalahi family project, maka saya minta ijin kepada Dina untuk menggunakan HP dan saya jelaskan alasannya. Alhamdulillah Dina bisa mengerti. Sebetulnya bisa saja saya secara sembunyi-sembunyi menggunakan HP. Namun saya ingin menunjukkan konsistensi saya terhadap proyek yang kami jalankan. Selain itu juga untuk menunjukkan bahwa Dina juga punya kewenangan yang sama terkait dengan proyek tersebut dalam keluarga kami. Dengan begitu, dia akan merasa lebih dihargai.

Selepas shalat maghrib, saya mengajak anak-anak untuk ikut ke rumah Ummi (neneknya) yang kemudian kami lanjutkan ke tukang kue. Sepulang dari tukang kue, aktivitas kami lanjutkan dengan Murajaah dan UMMI. Mbak Dina murajaah terlebih dahulu dilanjutkan dengan menambah hafalannya. Ketika Mbak Dina menghafal, saya menyimak Fahmi yang membaca UMMI. Masih seperti kemarin. Cara belajarnya Fahmi dengan guling-gulingan, jalan ke mana dulu baru balik lagi membaca. Memang rentang konsentrasi dan fokusnya masih hitungan menit. Saya juga tidak terlalu memaksakan Fahmi untuk duduk manis dan tenang. Jangan sampai dia merasa terbebani dan tidak happy. 

Karena kami semua belum makan malam, selesai Ummi kami makan terlebih dahulu. Istirahat sebentar, Ayah pulang dari kantor dan membawa makanan. Fahmi dan Dina ikut ngrecokin  lagi. dan ternyata...kami lupa belum shalat isya. waduh....Saya dan Dina pun shalat isya sekitar pukul 20.30. Dina masih ingin melanjutkan hafalannya, namun karena sudah malam dan dia kelihatan capek, saya sarankan dia untuk tidur. Saya menemani Dina tidur sambil membaca buku. Sementara Fahmi saya serahkan kepada Ayahnya dikamar depan. Entah apa yang mereka lakukan. Ketika Dina sudah tidur, Fahmi ke kamar Dina dan melihat HP saya yang sedang di charge. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Fahmi tidak bisa dilarang untuk memainkan HP tersebut. Jika langsung saya ambil, bisa dipastikan drama tangisan di malam tersebut akan terjadi. Akhirnya saya kasih dia kesempatan untuk bermain dengan HP tersebut selama 15 menit saja. Ketika waktunya sudah habis, saya ingatkan kesepakatan kami. Meski dengan marah, Fahmi mematikan HP tersebut. Saya alihkan dia untuk membuat mobil dari lego. Dan memang sebelum tidur, pasti rutinitas tersebut kami lakukan. Lego yang berbentuk mobil dibongkar, kemudian dipasang lagi. Saya kira, selesai membuat mobil, Fahmi akan tidur. Ternyata perkiraan saya meleset. Fahmi membawa boardbooknya tentang hewan ke kamar dan minta di bacain satu persatu. Dengan tenaga yang tersisa karena mata sudah mau merem saja, Saya membacakan buku. Entah sampai jam berapa saya membaca karena tiba-tiba saya terbangun pukul 22.30 dan menemukan Fahmi sudah tertidur. Siapa yang tidur duluan tadi ya Nak???😊😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar